Profesi
Penyiar
Penyiar membawakan program radio, televisi, atau siniar, menyampaikan informasi dan hiburan sambil menjaga alur acara tetap hidup.
Sehari-hari mengerjakan apa?
Penyiar adalah suara dan wajah sebuah program. Pekerjaannya tidak hanya berbicara di depan mikrofon atau kamera, tetapi juga menyiapkan materi: membaca berita dan riset topik, menyusun naskah atau poin bicara, menghubungi dan mewawancarai narasumber, serta berkoordinasi dengan produser dan tim teknis. Saat siaran berlangsung, ia harus menjaga tempo acara, menanggapi interaksi pendengar atau penonton, dan menangani perubahan mendadak seperti narasumber batal hadir. Di luar siaran, banyak penyiar terlibat dalam produksi konten media sosial program dan menjadi pembawa acara di kegiatan luar studio. Tempat kerjanya meliputi stasiun radio, televisi, rumah produksi siniar, media daring, dan acara langsung. Jenjang kariernya bergerak dari penyiar pemula ke penyiar utama program, produser, atau pembawa acara lepas dengan jaringan sendiri; sebagian berpindah ke bidang komunikasi korporat dan pelatihan public speaking. Profesi ini cocok bagi orang yang percaya diri berbicara, cepat berpikir, luwes menghadapi hal tak terduga, dan disiplin menyiapkan materi. Kurang cocok bagi yang tidak nyaman dengan jam siaran pagi buta atau malam, evaluasi publik atas gaya bicara, dan tuntutan konsisten tampil meski sedang tidak dalam kondisi terbaik.
Tugas utama
- Menyiapkan materi dan riset topik siaran
- Menyusun naskah atau poin bicara program
- Menghubungi dan menjadwalkan narasumber
- Membawakan siaran sesuai rundown
- Mewawancarai narasumber secara langsung
- Menanggapi interaksi pendengar atau penonton
- Berkoordinasi dengan produser dan tim teknis
- Membuat konten pendukung untuk kanal digital program
Keterampilan yang dipakai
Teknis
- Teknik vokal dan artikulasi
- Penyusunan naskah siaran
- Teknik wawancara
- Pengoperasian dasar peralatan siaran
- Manajemen rundown acara
- Produksi konten audio dan video
Non-teknis
- Percaya diri di depan publik
- Berpikir cepat
- Mendengarkan aktif
- Kemampuan improvisasi
- Disiplin waktu
Jalur pendidikannya
S1 Ilmu Komunikasi, Jurnalistik, atau Penyiaran (±4 tahun), atau jalur pelatihan penyiaran dan pengalaman radio kampus → magang atau penyiar pemula → penyiar utama dan produser program.
Sertifikasi atau izin yang biasanya diperlukan
- Sertifikasi kompetensi penyiaran berbasis SKKNI
Jurusan yang mengarah ke sini
Kampus yang membuka jurusannya
Program studi terbit dengan data paling lengkap. Bukan peringkat.
-
S1 Sastra IndonesiaUnggul
UI Kota Depok
-
S1 Ilmu KomunikasiA
UI Kota Depok
-
D4 Produksi MediaBaik
UI Kota Depok
-
S1 Bahasa dan Sastra IndonesiaUnggul
UGM Kabupaten Sleman
-
S1 Ilmu KomunikasiUnggul
UGM Kabupaten Sleman
-
S1 Komunikasi dan Pengembangan MasyarakatUnggul
IPB Kota Bogor
-
D4 Komunikasi Digital dan MediaUnggul
IPB Kota Bogor
-
S1 Ilmu KomunikasiUnggul
Unair Kota Surabaya
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah suara harus bagus untuk jadi penyiar?
Kejelasan artikulasi dan kemampuan mengatur tempo lebih menentukan daripada warna suara. Banyak hal teknis bisa dilatih melalui latihan vokal dan jam terbang.
Apakah harus kuliah komunikasi?
Tidak wajib, tetapi kuliah komunikasi memberi dasar produksi siaran, etika penyiaran, dan kesempatan berlatih di radio atau televisi kampus.
Apakah siniar bisa menjadi jalur karier?
Bisa, meski kestabilan pendapatannya bergantung pada audiens, kerja sama sponsor, dan konsistensi produksi, sehingga banyak penyiar menggabungkannya dengan pekerjaan lain.
Sumber: Kompilasi Universitas.id Diperbarui deskripsi disusun sendiri, bukan salinan sumber mana pun