Lompat ke konten utama
Universitas.id

Profesi

Ahli Kehutanan

Ahli kehutanan mengelola kawasan hutan, mulai dari inventarisasi tegakan dan rehabilitasi lahan sampai pengendalian kebakaran dan konservasi.

Sehari-hari mengerjakan apa?

Ahli kehutanan, atau rimbawan, menangani pengelolaan hutan agar tetap lestari sekaligus bermanfaat. Pekerjaannya mencakup inventarisasi tegakan untuk mengetahui jenis dan volume pohon, penyusunan rencana pengelolaan, pengawasan penanaman dan pemeliharaan, rehabilitasi lahan kritis, pemantauan tutupan hutan melalui citra satelit, pengendalian kebakaran hutan, serta penanganan konflik pemanfaatan lahan dengan masyarakat sekitar. Di hutan tanaman industri, pekerjaannya lebih dekat ke produksi kayu dengan target dan siklus tebang tertentu. Di kawasan konservasi, fokusnya pada perlindungan satwa dan ekosistem serta pemberdayaan masyarakat penyangga. Tempat kerjanya meliputi perusahaan hutan tanaman, taman nasional dan kawasan konservasi, dinas kehutanan, lembaga penelitian, organisasi lingkungan, dan konsultan sertifikasi pengelolaan hutan. Jenjang kariernya berkembang dari staf lapangan ke koordinator, kepala unit pengelolaan, atau spesialis perencanaan dan konservasi. Profesi ini cocok bagi orang yang menyukai kerja lapangan di alam terbuka, tahan berjalan jauh, dan sabar menghadapi proses yang berlangsung bertahun-tahun. Kurang cocok bagi yang tidak siap tinggal di lokasi terpencil dengan fasilitas terbatas atau menghindari konflik kepentingan atas lahan.

Tugas utama

  • Melakukan inventarisasi dan pengukuran tegakan hutan
  • Menyusun rencana pengelolaan kawasan
  • Mengawasi kegiatan penanaman dan pemeliharaan
  • Memantau tutupan hutan dengan citra satelit dan sistem informasi geografis
  • Menjalankan program rehabilitasi lahan kritis
  • Melakukan patroli dan pengendalian kebakaran hutan
  • Mendampingi masyarakat sekitar kawasan hutan
  • Menyusun laporan pengelolaan dan kepatuhan sertifikasi

Keterampilan yang dipakai

Teknis

  • Inventarisasi hutan dan pengukuran tegakan
  • Silvikultur dan teknik penanaman
  • Sistem informasi geografis dan penginderaan jauh
  • Pengendalian kebakaran hutan
  • Konservasi keanekaragaman hayati
  • Regulasi dan sertifikasi pengelolaan hutan

Non-teknis

  • Ketahanan kerja lapangan
  • Ketelitian pendataan
  • Komunikasi dengan masyarakat
  • Kemandirian
  • Kesabaran menghadapi proses panjang

Jalur pendidikannya

S1 Kehutanan (±4 tahun) dengan praktik pengelolaan hutan → staf lapangan di perusahaan hutan, kawasan konservasi, atau konsultan → koordinator dan kepala unit pengelolaan; studi lanjut untuk jalur riset dan kebijakan.

Sertifikasi atau izin yang biasanya diperlukan

  • Sertifikat kompetensi tenaga teknis pengelolaan hutan
  • Sertifikat pengendalian kebakaran hutan dan lahan

Kampus yang membuka jurusannya

Program studi terbit dengan data paling lengkap. Bukan peringkat.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah lulusan kehutanan hanya bekerja di hutan?

Tidak. Ada peran di perencanaan, pemetaan, kebijakan, sertifikasi, penelitian, dan organisasi lingkungan yang berbasis di kantor dengan kunjungan lapangan berkala.

Apakah perempuan bisa bekerja di bidang ini?

Bisa, dan jumlahnya bertambah. Tantangan utamanya berkaitan dengan kondisi lapangan dan fasilitas di lokasi kerja yang belum selalu memadai.

Keterampilan tambahan apa yang berguna?

Penguasaan sistem informasi geografis dan analisis citra satelit sangat menambah nilai karena banyak pekerjaan pemantauan hutan kini berbasis data spasial.

Sumber: Kompilasi Universitas.id Diperbarui deskripsi disusun sendiri, bukan salinan sumber mana pun

Simpan kampus favorit dan lihat hasil lengkapmu.

Daftar gratis