Profesi
Agronom
Agronom mengelola budidaya tanaman, mulai dari pemilihan benih dan pemupukan sampai pengendalian hama, untuk meningkatkan hasil dan mutu panen.
Sehari-hari mengerjakan apa?
Agronom bekerja pada tanaman dan lahan. Kegiatan hariannya mencakup memeriksa kondisi pertanaman di lapangan, menilai kesuburan tanah, menyusun rekomendasi pemupukan, mengatur jadwal tanam dan panen, memantau serangan hama dan penyakit, serta mengevaluasi hasil panen. Ia juga menjalankan uji coba varietas dan perlakuan budidaya, mencatat data pertumbuhan, dan menganalisisnya untuk memperbaiki cara tanam. Di perkebunan besar, perannya mencakup pengawasan tim lapangan, pengelolaan biaya produksi, dan pemenuhan standar keberlanjutan. Di perusahaan benih atau pupuk, pekerjaannya lebih dekat ke uji coba produk dan pendampingan teknis kepada petani. Tempat kerjanya meliputi perkebunan kelapa sawit, karet, tebu, dan hortikultura, perusahaan benih dan agroinput, lembaga penelitian pertanian, dinas pertanian, serta usaha tani sendiri. Jenjang kariernya bergerak dari asisten lapangan ke agronom, kepala divisi kebun, manajer kebun, atau spesialis riset budidaya. Profesi ini cocok bagi orang yang tahan bekerja di lapangan terbuka, telaten mengamati, dan mampu mengambil keputusan berdasarkan kondisi alam yang tidak selalu bisa diprediksi. Kurang cocok bagi yang menginginkan pekerjaan kantor di kota, karena sebagian besar posisi berada di daerah perkebunan.
Tugas utama
- Memeriksa kondisi pertumbuhan tanaman di lapangan
- Menganalisis kesuburan tanah dan kebutuhan hara
- Menyusun rekomendasi pemupukan dan pengairan
- Memantau serangan hama serta penyakit tanaman
- Mengatur jadwal tanam, perawatan, dan panen
- Menjalankan uji coba varietas atau perlakuan budidaya
- Mencatat dan menganalisis data produksi
- Mendampingi dan mengawasi tim kerja lapangan
Keterampilan yang dipakai
Teknis
- Budidaya tanaman dan pengelolaan lahan
- Ilmu tanah dan pemupukan
- Pengendalian hama dan penyakit terpadu
- Perancangan percobaan pertanian
- Analisis data produksi
- Standar keberlanjutan perkebunan
Non-teknis
- Ketelitian mengamati
- Ketahanan kerja lapangan
- Kepemimpinan tim
- Pengambilan keputusan pada kondisi tidak pasti
- Komunikasi dengan pekerja dan petani
Jalur pendidikannya
S1 Agroteknologi, Agronomi, atau bidang pertanian terkait (±4 tahun) → magang atau kerja praktik di kebun → asisten lapangan atau agronom junior → agronom hingga manajer kebun, dengan opsi jalur riset melalui studi lanjut.
Sertifikasi atau izin yang biasanya diperlukan
- Sertifikat kompetensi pengendalian hama terpadu
- Sertifikasi standar keberlanjutan perkebunan
Jurusan yang mengarah ke sini
Kampus yang membuka jurusannya
Program studi terbit dengan data paling lengkap. Bukan peringkat.
-
S1 BiologiUnggul
UI Kota Depok
-
S1 BiologiUnggul
UGM Kabupaten Sleman
-
S1 Teknik PertanianUnggul
UGM Kabupaten Sleman
-
S1 Teknologi Industri PertanianUnggul
UGM Kabupaten Sleman
-
S1 AgronomiUnggul
UGM Kabupaten Sleman
-
S1 Ilmu TanahUnggul
UGM Kabupaten Sleman
-
S1 Penyuluhan dan Komunikasi PertanianUnggul
UGM Kabupaten Sleman
-
S1 Mikrobiologi PertanianUnggul
UGM Kabupaten Sleman
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah lulusan pertanian harus bertani sendiri?
Tidak. Banyak yang bekerja di perusahaan perkebunan, industri benih dan pupuk, lembaga penelitian, atau instansi pemerintah, meski membuka usaha tani juga menjadi pilihan.
Apakah pekerjaan ini selalu di luar kota?
Sebagian besar posisi lapangan berada di daerah perkebunan. Namun ada peran di kantor pusat, riset, penjualan teknis, dan pengawasan mutu yang berbasis di kota.
Apa keterampilan yang paling menentukan di lapangan?
Kemampuan membaca kondisi tanaman dan tanah secara langsung, lalu menerjemahkannya menjadi keputusan perawatan yang tepat waktu.
Sumber: Kompilasi Universitas.id Diperbarui deskripsi disusun sendiri, bukan salinan sumber mana pun