Lompat ke konten utama
Universitas.id

Profesi

Peneliti

Peneliti merancang dan menjalankan penelitian ilmiah, menganalisis data, dan menerbitkan temuannya untuk menambah pengetahuan atau memecahkan masalah praktis.

Sehari-hari mengerjakan apa?

Peneliti bekerja dengan siklus yang panjang: merumuskan pertanyaan, menelaah publikasi sebelumnya, menyusun rancangan penelitian, mengumpulkan data lewat eksperimen, survei, atau observasi lapangan, menganalisis hasilnya, lalu menuliskannya menjadi laporan atau artikel ilmiah. Sebagian besar waktu justru habis untuk hal yang tidak terlihat: menyiapkan alat, mengulang percobaan yang gagal, membersihkan data, menulis proposal pendanaan, dan merevisi naskah setelah ditelaah sesama ilmuwan. Bidangnya sangat luas, mulai dari ilmu dasar seperti fisika, kimia, dan biologi sampai penelitian terapan di bidang kesehatan, pertanian, energi, dan material. Tempat kerjanya meliputi lembaga penelitian pemerintah, perguruan tinggi, laboratorium riset dan pengembangan perusahaan, rumah sakit pendidikan, serta lembaga internasional. Jenjang kariernya biasanya menuntut studi lanjut: dari asisten peneliti ke peneliti dengan jenjang fungsional, ketua kelompok riset, atau berpindah ke industri sebagai spesialis riset dan pengembangan. Profesi ini cocok bagi orang yang sangat penasaran, tahan gagal berulang kali, teliti mencatat, dan senang menulis. Kurang cocok bagi yang menginginkan hasil cepat dan kepastian, karena penelitian sering berjalan bertahun-tahun tanpa jaminan hasil, dan pendanaannya bisa tidak menentu.

Tugas utama

  • Menelaah publikasi ilmiah terbaru
  • Menyusun rancangan dan protokol penelitian
  • Menjalankan eksperimen atau pengumpulan data lapangan
  • Mengolah dan menganalisis data penelitian
  • Menulis artikel ilmiah dan laporan penelitian
  • Menyusun proposal pendanaan riset
  • Mempresentasikan hasil dalam seminar atau konferensi
  • Membimbing asisten atau mahasiswa dalam proyek riset

Keterampilan yang dipakai

Teknis

  • Metodologi penelitian
  • Analisis statistik
  • Teknik laboratorium atau survei lapangan sesuai bidang
  • Penulisan ilmiah
  • Pengelolaan data penelitian
  • Penyusunan proposal riset

Non-teknis

  • Rasa ingin tahu
  • Ketekunan menghadapi kegagalan
  • Ketelitian
  • Berpikir kritis
  • Kemandirian

Jalur pendidikannya

S1 bidang sains atau bidang terkait (±4 tahun) → asisten riset atau laboran → S2 dan umumnya S3 untuk jenjang peneliti mandiri → jabatan fungsional peneliti di lembaga riset atau kampus.

Kampus yang membuka jurusannya

Program studi terbit dengan data paling lengkap. Bukan peringkat.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah harus S3 untuk menjadi peneliti?

Untuk peneliti mandiri di lembaga riset atau kampus, umumnya ya. Namun peran asisten peneliti, laboran, dan staf riset industri terbuka bagi lulusan sarjana dan magister.

Apa bedanya peneliti di lembaga riset dan di industri?

Riset di lembaga publik lebih berorientasi pada publikasi dan ilmu dasar, sedangkan riset industri berfokus pada pengembangan produk dengan tenggat dan target komersial.

Apakah bisa jadi peneliti dari bidang sosial?

Bisa. Penelitian tidak terbatas pada sains alam; bidang sosial, ekonomi, pendidikan, dan kebijakan juga memiliki jalur peneliti tersendiri.

Sumber: Kompilasi Universitas.id Diperbarui deskripsi disusun sendiri, bukan salinan sumber mana pun

Simpan kampus favorit dan lihat hasil lengkapmu.

Daftar gratis