Profesi
Insinyur Lingkungan
Insinyur lingkungan merancang sistem pengolahan air, limbah, dan udara serta menyusun kajian dampak lingkungan agar kegiatan pembangunan lebih aman bagi lingkungan.
Sehari-hari mengerjakan apa?
Insinyur lingkungan menangani sisi teknis dari masalah pencemaran dan pengelolaan sumber daya. Pekerjaannya mencakup perancangan instalasi pengolahan air minum dan air limbah, sistem drainase, pengelolaan sampah, pengendalian pencemaran udara, serta pemantauan kualitas lingkungan. Ia juga banyak terlibat dalam penyusunan dokumen lingkungan seperti kajian dampak dan izin, pengambilan sampel, analisis hasil laboratorium, serta audit kepatuhan perusahaan terhadap peraturan lingkungan. Di industri, perannya sering bergabung dengan fungsi keselamatan dan kesehatan kerja. Tempat kerjanya meliputi konsultan lingkungan, perusahaan pengolahan air dan limbah, industri manufaktur dan pertambangan pada divisi lingkungan, dinas lingkungan hidup, lembaga penelitian, dan organisasi nonpemerintah. Jenjang kariernya bergerak dari staf teknis atau surveyor ke engineer perancang, koordinator lingkungan, manajer HSE, hingga konsultan bersertifikat penyusun dokumen lingkungan. Pekerjaan ini cocok bagi orang yang peduli isu lingkungan tetapi juga nyaman dengan perhitungan teknis, regulasi, dan pekerjaan lapangan. Kurang cocok bagi yang mengira pekerjaan ini murni advokasi lingkungan, karena sebagian besar tugasnya adalah rekayasa, pengukuran, dan kepatuhan administratif.
Tugas utama
- Merancang unit pengolahan air dan air limbah
- Mengambil sampel air, udara, atau tanah di lapangan
- Menganalisis hasil pengujian kualitas lingkungan
- Menyusun dokumen kajian dan izin lingkungan
- Memantau kepatuhan operasi terhadap baku mutu
- Merancang sistem pengelolaan sampah dan limbah B3
- Menyusun laporan pemantauan lingkungan berkala
- Memberi rekomendasi perbaikan proses kepada manajemen
Keterampilan yang dipakai
Teknis
- Perancangan instalasi pengolahan air dan limbah
- Analisis kualitas air, udara, dan tanah
- Regulasi dan dokumen lingkungan
- Pengelolaan limbah bahan berbahaya
- Hidrolika dan perpipaan
- Sistem manajemen lingkungan
Non-teknis
- Ketelitian data
- Komunikasi dengan masyarakat dan regulator
- Kerja lapangan
- Integritas
- Kemampuan menulis laporan teknis
Jalur pendidikannya
S1 Teknik Lingkungan (±4 tahun) → magang di konsultan atau industri → staf lingkungan atau engineer perancang → sertifikasi penyusun dokumen lingkungan dan K3 untuk jenjang lanjut.
Sertifikasi atau izin yang biasanya diperlukan
- Sertifikat kompetensi penyusun dokumen AMDAL
- Sertifikat Ahli K3 Umum
- Sertifikat pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun
Jurusan yang mengarah ke sini
Kampus yang membuka jurusannya
Program studi terbit dengan data paling lengkap. Bukan peringkat.
-
S1 Kesehatan MasyarakatUnggul
UI Kota Depok
-
S1 Kesehatan LingkunganUnggul
UI Kota Depok
-
S1 Keselamatan dan Kesehatan KerjaUnggul
UI Kota Depok
-
S1 GeografiUnggul
UI Kota Depok
-
S1 Teknik SipilUnggul
UI Kota Depok
-
S1 Teknik LingkunganUnggul
UI Kota Depok
-
S1 Teknik KimiaUnggul
UI Kota Depok
-
S1 Teknik SipilUnggul
UGM Kabupaten Sleman
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah teknik lingkungan sama dengan ilmu lingkungan?
Teknik lingkungan menekankan perancangan sistem dan perhitungan rekayasa, sedangkan ilmu lingkungan lebih menekankan kajian ekologi, kebijakan, dan dampak secara luas.
Di mana lulusan teknik lingkungan paling banyak bekerja?
Konsultan lingkungan, industri pada divisi HSE, perusahaan pengolahan air, dan pertambangan merupakan penyerap yang umum, selain instansi pemerintah.
Apakah pekerjaannya banyak di luar ruangan?
Cukup banyak pada tahap pengambilan sampel, survei, dan pemantauan lapangan, namun analisis, perancangan, dan pelaporan dikerjakan di kantor.
Sumber: Kompilasi Universitas.id Diperbarui deskripsi disusun sendiri, bukan salinan sumber mana pun