Lompat ke konten utama
Universitas.id

Profesi

Penyuluh Pertanian

Penyuluh pertanian mendampingi petani menerapkan teknik budidaya yang lebih baik, mengakses program bantuan, dan mengelola usaha taninya.

Sehari-hari mengerjakan apa?

Penyuluh pertanian menjadi penghubung antara pengetahuan pertanian dan praktik di lapangan. Kegiatan hariannya mencakup mengunjungi kelompok tani, mengidentifikasi masalah budidaya di lahan, memberi pendampingan teknis mengenai benih, pemupukan, pengendalian hama, dan pascapanen, memfasilitasi sekolah lapang, serta membantu petani mengakses program pemerintah seperti bantuan sarana produksi atau asuransi usaha tani. Ia juga menyusun rencana kerja penyuluhan, mencatat data wilayah binaan, dan melaporkan perkembangannya. Bagian tersulit dari pekerjaan ini bukan aspek teknis, melainkan meyakinkan petani mengubah kebiasaan yang sudah lama dijalankan, sehingga pendekatan sosial dan kesabaran sangat menentukan. Tempat kerjanya meliputi balai penyuluhan pertanian, dinas pertanian, perusahaan agroinput yang memiliki tim pendampingan petani, organisasi pembangunan pedesaan, dan koperasi tani. Jenjang kariernya mengikuti jabatan fungsional penyuluh atau berkembang ke koordinator program, pengelola kemitraan petani, dan spesialis pengembangan pertanian. Profesi ini cocok bagi orang yang senang bekerja dengan masyarakat, sabar, dan nyaman berada di lapangan. Kurang cocok bagi yang mengharapkan hasil cepat atau tidak nyaman dengan mobilitas tinggi ke desa-desa binaan.

Tugas utama

  • Mengunjungi kelompok tani dan lahan binaan
  • Mengidentifikasi masalah budidaya di lapangan
  • Memberi pendampingan teknis budidaya dan pascapanen
  • Memfasilitasi sekolah lapang dan pelatihan petani
  • Membantu petani mengakses program dan bantuan pemerintah
  • Menyusun rencana kerja dan materi penyuluhan
  • Mendata perkembangan usaha tani wilayah binaan
  • Menyusun laporan kegiatan penyuluhan

Keterampilan yang dipakai

Teknis

  • Teknik budidaya tanaman dan ternak
  • Metode penyuluhan dan fasilitasi kelompok
  • Analisis usaha tani
  • Pengendalian hama terpadu
  • Penyusunan program penyuluhan
  • Pendataan dan pelaporan wilayah binaan

Non-teknis

  • Komunikasi dengan masyarakat desa
  • Kesabaran
  • Kemampuan membangun kepercayaan
  • Kepekaan sosial
  • Kemandirian kerja lapangan

Jalur pendidikannya

D3, D4, atau S1 bidang pertanian, peternakan, atau penyuluhan (±3–4 tahun) → praktik lapangan bersama kelompok tani → penyuluh di instansi pemerintah melalui seleksi ASN atau PPPK, atau tenaga pendamping di perusahaan dan program pembangunan.

Sertifikasi atau izin yang biasanya diperlukan

  • Sertifikasi jabatan fungsional penyuluh pertanian
  • Sertifikat fasilitator sekolah lapang

Kampus yang membuka jurusannya

Program studi terbit dengan data paling lengkap. Bukan peringkat.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah penyuluh pertanian harus pegawai negeri?

Tidak semuanya. Selain penyuluh berstatus ASN atau PPPK, ada tenaga pendamping pada program pembangunan, koperasi, dan perusahaan agroinput.

Apakah harus berasal dari keluarga petani?

Tidak. Yang dibutuhkan adalah pemahaman teknis budidaya dan kemampuan berkomunikasi dengan petani secara setara dan tidak menggurui.

Apa tantangan terbesar di lapangan?

Mengubah kebiasaan budidaya yang sudah lama dijalankan, terutama ketika petani pernah mengalami kegagalan saat mencoba cara baru.

Sumber: Kompilasi Universitas.id Diperbarui deskripsi disusun sendiri, bukan salinan sumber mana pun

Simpan kampus favorit dan lihat hasil lengkapmu.

Daftar gratis