Profesi
Ahli Perikanan
Ahli perikanan mengelola budidaya dan pemanfaatan sumber daya ikan, mulai dari pembenihan dan pakan sampai mutu hasil dan keberlanjutan stok.
Sehari-hari mengerjakan apa?
Ahli perikanan bekerja pada dua bidang besar: budidaya dan perikanan tangkap. Di budidaya, kegiatannya mencakup pengelolaan pembenihan, pemantauan kualitas air, pengaturan pakan, pencegahan dan penanganan penyakit ikan atau udang, serta perhitungan biaya dan hasil panen. Di perikanan tangkap dan pengelolaan sumber daya, pekerjaannya berkaitan dengan pendataan hasil tangkapan, kajian stok ikan, penerapan aturan penangkapan, dan pendampingan nelayan. Ada pula bidang pascapanen dan mutu yang menangani penanganan hasil perikanan agar tetap segar dan memenuhi standar ekspor. Tempat kerjanya meliputi perusahaan budidaya udang dan ikan, hatchery, pabrik pengolahan hasil perikanan, dinas kelautan dan perikanan, balai riset, lembaga sertifikasi mutu, serta usaha budidaya sendiri. Jenjang kariernya berkembang dari teknisi tambak atau staf produksi ke penyelia, manajer tambak atau produksi, hingga spesialis kesehatan ikan dan konsultan budidaya. Profesi ini cocok bagi orang yang telaten, siap bekerja dengan jadwal pemantauan yang ketat termasuk malam hari, dan tahan bekerja di lingkungan pesisir. Kurang cocok bagi yang tidak nyaman dengan risiko usaha yang tinggi, karena gagal panen akibat penyakit atau cuaca merupakan kejadian yang sering terjadi.
Tugas utama
- Memantau kualitas air dan kondisi kolam atau tambak
- Mengatur jadwal dan takaran pemberian pakan
- Mengelola kegiatan pembenihan dan penebaran benih
- Mendeteksi serta menangani penyakit ikan dan udang
- Mencatat pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup
- Menghitung biaya produksi dan perkiraan panen
- Mengawasi penanganan pascapanen dan mutu hasil
- Mendampingi pembudidaya atau nelayan binaan
Keterampilan yang dipakai
Teknis
- Teknik budidaya perikanan
- Pengelolaan kualitas air
- Nutrisi dan manajemen pakan
- Kesehatan ikan dan pengendalian penyakit
- Penanganan mutu hasil perikanan
- Analisis usaha budidaya
Non-teknis
- Ketelitian pemantauan
- Kedisiplinan jadwal
- Pemecahan masalah cepat
- Ketahanan kerja lapangan
- Komunikasi dengan pekerja dan pembudidaya
Jalur pendidikannya
S1 atau D3/D4 Perikanan, Akuakultur, atau Teknologi Hasil Perikanan (±3–4 tahun) → praktik di tambak, hatchery, atau unit pengolahan → teknisi dan staf produksi → penyelia hingga manajer budidaya.
Sertifikasi atau izin yang biasanya diperlukan
- Sertifikat cara budidaya ikan yang baik
- Sertifikat penanganan mutu hasil perikanan
- Sertifikat HACCP untuk unit pengolahan
Jurusan yang mengarah ke sini
Kampus yang membuka jurusannya
Program studi terbit dengan data paling lengkap. Bukan peringkat.
-
S1 BiologiUnggul
UI Kota Depok
-
S1 BiologiUnggul
UGM Kabupaten Sleman
-
S1 Teknologi Pangan dan Hasil PertanianUnggul
UGM Kabupaten Sleman
-
S1 Mikrobiologi PertanianUnggul
UGM Kabupaten Sleman
-
S1 Ilmu dan Industri PeternakanUnggul
UGM Kabupaten Sleman
-
S1 Teknologi dan Manajemen Perikanan BudidayaUnggul
IPB Kota Bogor
-
S1 Manajemen Sumberdaya PerairanUnggul
IPB Kota Bogor
-
S1 Teknologi Hasil PerairanUnggul
IPB Kota Bogor
Pertanyaan yang sering muncul
Apa bedanya perikanan dan ilmu kelautan?
Perikanan menekankan budidaya, penangkapan, dan pengolahan sumber daya ikan, sedangkan ilmu kelautan menelaah ekosistem dan proses fisik serta biologi laut secara lebih luas.
Apakah bekerja di tambak berarti tinggal di lokasi?
Sering demikian, terutama pada tambak udang yang memerlukan pemantauan kualitas air dan pakan secara ketat sepanjang hari.
Apakah bisa membuka usaha budidaya sendiri?
Bisa, tetapi memerlukan modal, pengalaman teknis, dan kesiapan menanggung risiko gagal panen akibat penyakit atau perubahan cuaca.
Sumber: Kompilasi Universitas.id Diperbarui deskripsi disusun sendiri, bukan salinan sumber mana pun