Lompat ke konten utama
Universitas.id

Profesi

Peneliti Sosial

Peneliti sosial mempelajari perilaku masyarakat, lembaga, dan perubahan sosial melalui survei, wawancara, dan pengamatan lapangan.

Sehari-hari mengerjakan apa?

Peneliti sosial menjawab pertanyaan tentang masyarakat dengan metode yang dapat diperiksa. Pekerjaannya dimulai dari merumuskan pertanyaan penelitian, menelaah literatur, memilih metode, lalu mengumpulkan data melalui survei, wawancara mendalam, diskusi kelompok terarah, atau pengamatan langsung di lapangan. Setelah itu ia mengolah data, menafsirkan temuan dengan hati-hati, dan menuliskannya dalam laporan atau artikel. Bidang kajiannya luas: pendidikan, kemiskinan, gender, migrasi, agama, politik, media, hingga perilaku konsumen. Di lembaga riset pasar, keahlian ini dipakai untuk memahami kebutuhan pengguna; di lembaga kebijakan, untuk mengevaluasi program; di universitas, untuk menghasilkan pengetahuan dan mengajar. Tempat kerjanya meliputi lembaga penelitian, universitas, lembaga survei, organisasi nonpemerintah, lembaga donor, dan unit riset perusahaan. Jenjang kariernya berkembang dari asisten peneliti atau enumerator ke peneliti, koordinator studi, hingga peneliti utama; studi lanjut umumnya diperlukan untuk memimpin penelitian. Profesi ini cocok bagi orang yang senang membaca dan menulis, sabar mendengarkan orang lain bercerita, teliti pada data, dan mampu menahan diri untuk tidak menyimpulkan terlalu cepat. Kurang cocok bagi yang tidak nyaman dengan pekerjaan lapangan atau ketidakpastian pendanaan proyek riset.

Tugas utama

  • Merumuskan pertanyaan dan rancangan penelitian
  • Menelaah literatur dan data sekunder
  • Menyusun instrumen survei atau panduan wawancara
  • Mengumpulkan data lapangan
  • Mengolah data kuantitatif dan kualitatif
  • Menafsirkan temuan dan menyusun laporan
  • Mempresentasikan hasil kepada mitra atau publik
  • Menyiapkan proposal dan laporan pendanaan penelitian

Keterampilan yang dipakai

Teknis

  • Metode penelitian kuantitatif dan kualitatif
  • Perancangan survei dan instrumen
  • Analisis statistik dasar hingga menengah
  • Analisis data kualitatif
  • Penulisan laporan dan artikel ilmiah
  • Etika penelitian dengan manusia

Non-teknis

  • Rasa ingin tahu
  • Kemampuan mendengarkan
  • Berpikir kritis
  • Ketelitian
  • Kemampuan bekerja dengan komunitas

Jalur pendidikannya

S1 Sosiologi, Antropologi, Ilmu Politik, atau bidang sosial lain (±4 tahun) → asisten peneliti atau enumerator → peneliti dan koordinator studi → S2 atau S3 untuk memimpin penelitian dan jalur akademik.

Kampus yang membuka jurusannya

Program studi terbit dengan data paling lengkap. Bukan peringkat.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah peneliti sosial harus bisa statistik?

Untuk penelitian survei, ya. Namun ada juga jalur kualitatif yang menekankan wawancara mendalam dan etnografi dengan analisis yang berbeda.

Apakah bisa bekerja di perusahaan?

Bisa. Riset pengguna, riset pasar, dan kajian dampak sosial perusahaan menjadi bidang kerja yang makin umum bagi lulusan ilmu sosial.

Apakah harus lanjut S2?

Tidak untuk memulai, tetapi studi lanjut biasanya diperlukan untuk memimpin penelitian, mengajar, atau meningkatkan kedalaman metodologi.

Sumber: Kompilasi Universitas.id Diperbarui deskripsi disusun sendiri, bukan salinan sumber mana pun

Simpan kampus favorit dan lihat hasil lengkapmu.

Daftar gratis