Lompat ke konten utama
Universitas.id

Profesi

Data Analyst

Data analyst mengubah data mentah perusahaan menjadi laporan, dasbor, dan temuan yang bisa langsung dipakai tim bisnis untuk mengambil keputusan.

Sehari-hari mengerjakan apa?

Data analyst adalah penerjemah antara data dan keputusan sehari-hari. Ia menerima pertanyaan dari tim pemasaran, operasional, atau keuangan, misalnya mengapa penjualan turun di satu wilayah, lalu mencari jawabannya dengan menarik data dari basis data, membersihkannya, menghitung metrik, dan menyajikannya dalam bentuk tabel, grafik, atau dasbor. Ia juga membangun laporan rutin, menjaga definisi metrik tetap konsisten, dan memeriksa anomali data. Berbeda dari data scientist, porsi pemodelannya lebih kecil dan porsi komunikasi serta pemahaman proses bisnisnya lebih besar. Tempat kerjanya hampir ada di semua industri: e-commerce, ritel, perbankan, logistik, kesehatan, media, dan konsultan. Jenjang kariernya dapat menuju senior analyst, analytics lead, spesialisasi menjadi data scientist atau data engineer, atau bergeser ke peran bisnis seperti business analyst dan product manager karena terbiasa memahami metrik perusahaan. Pekerjaan ini cocok bagi orang yang teliti, sabar merapikan angka, dan senang menjelaskan sesuatu dengan visual sederhana. Kurang cocok bagi yang tidak suka pekerjaan berulang atau enggan berinteraksi dengan banyak pemangku kepentingan yang kadang meminta hal berbeda-beda.

Tugas utama

  • Menerjemahkan pertanyaan bisnis menjadi kebutuhan data
  • Menulis kueri SQL untuk mengambil data
  • Membersihkan dan merapikan data mentah
  • Menghitung dan memantau metrik utama
  • Membangun serta memelihara dasbor
  • Menyusun laporan berkala untuk manajemen
  • Menyelidiki anomali atau perubahan mendadak pada angka
  • Mempresentasikan temuan kepada tim terkait

Keterampilan yang dipakai

Teknis

  • SQL
  • Spreadsheet lanjutan
  • Alat visualisasi data dan dasbor
  • Statistika deskriptif
  • Pembersihan dan pemodelan data sederhana
  • Python atau R dasar

Non-teknis

  • Komunikasi visual dan naratif
  • Ketelitian
  • Pemahaman konteks bisnis
  • Manajemen prioritas permintaan
  • Rasa ingin tahu

Jalur pendidikannya

S1 bidang data, statistika, sistem informasi, atau ekonomi (±4 tahun) → membangun portofolio analisis dengan data publik → posisi junior data analyst → spesialisasi analitik produk, pemasaran, atau keuangan.

Kampus yang membuka jurusannya

Program studi terbit dengan data paling lengkap. Bukan peringkat.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah data analyst harus bisa coding?

Minimal harus menguasai SQL. Kemampuan Python atau R menjadi nilai tambah besar, terutama untuk otomasi pekerjaan berulang dan analisis yang lebih kompleks.

Apakah lulusan non-komputer bisa jadi data analyst?

Bisa. Banyak yang datang dari statistika, ekonomi, manajemen, atau teknik, karena yang dinilai adalah kemampuan mengolah data dan memahami konteks bisnis.

Apa langkah awal membangun portofolio?

Ambil data publik yang benar-benar berantakan, bersihkan, ajukan pertanyaan yang jelas, lalu tampilkan hasil analisis beserta proses berpikirnya secara ringkas.

Sumber: Kompilasi Universitas.id Diperbarui deskripsi disusun sendiri, bukan salinan sumber mana pun

Simpan kampus favorit dan lihat hasil lengkapmu.

Daftar gratis