Profesi
Jaksa
Jaksa adalah penuntut umum yang menyusun dakwaan, membuktikan perkara pidana di persidangan, dan melaksanakan putusan pengadilan.
Sehari-hari mengerjakan apa?
Jaksa bekerja sebagai wakil negara dalam perkara pidana. Alur kerjanya dimulai dari menerima dan meneliti berkas hasil penyidikan, menilai kecukupan bukti, menyusun surat dakwaan, lalu membuktikannya di persidangan melalui pemeriksaan saksi, ahli, dan barang bukti. Setelah pembuktian, ia mengajukan tuntutan pidana dan menanggapi pembelaan terdakwa. Bila putusan telah berkekuatan hukum tetap, jaksa juga melaksanakan eksekusi putusan. Selain perkara pidana umum, ada bidang khusus seperti tindak pidana korupsi, perkara ekonomi, serta bidang perdata dan tata usaha negara ketika jaksa mewakili kepentingan negara. Sebagian besar waktu dihabiskan untuk membaca berkas, menyusun dokumen, berkoordinasi dengan penyidik, dan menghadiri sidang. Tempat kerjanya adalah kejaksaan negeri, kejaksaan tinggi, dan kejaksaan agung, dengan kemungkinan penempatan di berbagai daerah. Jenjang kariernya mengikuti pola jabatan di lembaga kejaksaan, mulai dari jaksa fungsional hingga jabatan struktural. Profesi ini cocok bagi orang yang teliti, tegas, berani mengambil sikap, dan berintegritas tinggi. Kurang cocok bagi yang tidak siap dipindahtugaskan antardaerah atau tidak nyaman berada dalam tekanan publik pada perkara yang menjadi sorotan.
Tugas utama
- Meneliti berkas perkara hasil penyidikan
- Menilai kecukupan alat bukti
- Menyusun surat dakwaan
- Menghadiri dan menjalankan pembuktian di persidangan
- Memeriksa saksi dan ahli di sidang
- Menyusun surat tuntutan
- Menanggapi pembelaan terdakwa
- Melaksanakan eksekusi putusan yang berkekuatan hukum tetap
Keterampilan yang dipakai
Teknis
- Hukum pidana dan hukum acara pidana
- Analisis alat bukti
- Penyusunan dakwaan dan tuntutan
- Teknik pemeriksaan saksi
- Penelusuran peraturan dan yurisprudensi
- Administrasi perkara
Non-teknis
- Integritas
- Ketegasan
- Argumentasi lisan
- Ketelitian
- Ketahanan terhadap tekanan
Jalur pendidikannya
S1 Hukum (±4 tahun) → seleksi calon pegawai kejaksaan sebagai ASN → pendidikan dan pelatihan pembentukan jaksa → pengangkatan sebagai jaksa dengan penempatan di satuan kerja kejaksaan.
Sertifikasi atau izin yang biasanya diperlukan
- Sertifikat pendidikan dan pelatihan pembentukan jaksa
Jurusan yang mengarah ke sini
Kampus yang membuka jurusannya
Program studi terbit dengan data paling lengkap. Bukan peringkat.
-
S1 Ilmu HukumUnggul
UI Kota Depok
-
S1 KriminologiUnggul
UI Kota Depok
-
S1 Ilmu HukumA
UGM Kabupaten Sleman
-
S1 Ilmu HukumUnggul
Unair Kota Surabaya
-
S1 Ilmu HukumUnggul
Undip Kota Semarang
-
S1 Ilmu HukumUnggul
Unpad Kota Bandung
-
S1 Ilmu HukumUnggul
UB Kota Malang
-
S1 Ilmu HukumUnggul
UNS Kota Surakarta
Pertanyaan yang sering muncul
Bagaimana cara menjadi jaksa?
Melalui seleksi pegawai kejaksaan sebagai aparatur sipil negara, diikuti pendidikan pembentukan jaksa sebelum diangkat dan ditempatkan pada satuan kerja.
Apa bedanya jaksa dan hakim?
Jaksa bertindak sebagai penuntut umum yang membuktikan dakwaan, sedangkan hakim memeriksa dan memutus perkara secara netral berdasarkan bukti yang diajukan.
Apakah jaksa sering dipindah tugas?
Penempatan dan mutasi antardaerah merupakan bagian dari sistem kepegawaian kejaksaan, sehingga kesiapan berpindah menjadi konsekuensi profesi ini.
Sumber: Kompilasi Universitas.id Diperbarui deskripsi disusun sendiri, bukan salinan sumber mana pun