Lompat ke konten utama
Universitas.id

Profesi

Ekonom

Ekonom menganalisis data dan kebijakan ekonomi untuk menjelaskan kondisi yang sedang berjalan, menyusun proyeksi, dan memberi masukan bagi pengambil keputusan.

Sehari-hari mengerjakan apa?

Ekonom bekerja memahami bagaimana rumah tangga, perusahaan, dan pemerintah membuat keputusan, lalu menerjemahkannya menjadi analisis yang bisa dipakai orang lain. Kerja hariannya berputar pada data: mengumpulkan dan membersihkan angka statistik resmi, membangun model untuk melihat hubungan antarvariabel, menyusun proyeksi pertumbuhan, inflasi, atau ketenagakerjaan, kemudian menuliskannya menjadi laporan, catatan kebijakan, dan bahan presentasi. Sebagian besar waktunya juga dipakai membaca perkembangan terbaru, berdiskusi dengan pihak yang menguasai lapangan, serta menjelaskan hasil analisis kepada pimpinan, klien, atau media. Tempat kerjanya beragam: kementerian dan lembaga pemerintah, bank sentral dan lembaga keuangan, lembaga penelitian dan wadah pemikir, organisasi internasional, kampus, serta unit riset di perusahaan besar. Jenjang kariernya biasanya dimulai dari asisten peneliti atau analis, lalu naik menjadi ekonom yang memimpin kajian, dan berlanjut ke posisi kepala riset, penasihat kebijakan, atau akademisi. Pekerjaan ini cocok untuk orang yang senang menggabungkan angka dengan konteks sosial, teliti pada asumsi, dan mampu menulis dengan jernih. Sebaliknya, kurang cocok bagi yang menginginkan jawaban yang selalu pasti, karena hasil analisis ekonomi hampir selalu mengandung ketidakpastian dan sering tidak diikuti oleh keputusan akhir.

Tugas utama

  • Mengumpulkan dan membersihkan data statistik ekonomi
  • Membangun serta menguji model ekonometrika
  • Menyusun proyeksi indikator ekonomi beserta asumsinya
  • Menulis laporan riset dan catatan kebijakan
  • Menelaah dampak kebijakan terhadap sektor atau kelompok tertentu
  • Mempresentasikan temuan kepada pimpinan, klien, atau publik
  • Mengikuti perkembangan data dan kebijakan terbaru

Keterampilan yang dipakai

Teknis

  • Teori ekonomi mikro dan makro
  • Ekonometrika
  • Statistika
  • Pengolahan data dengan perangkat lunak statistik
  • Pembacaan data statistik resmi
  • Penulisan laporan analitis

Non-teknis

  • Berpikir kritis terhadap asumsi
  • Ketelitian
  • Komunikasi tertulis yang jernih
  • Public speaking
  • Kemampuan menjelaskan hal rumit secara sederhana

Jalur pendidikannya

S1 Ilmu Ekonomi atau Ekonomi Pembangunan → posisi asisten peneliti atau analis di lembaga riset, pemerintah, maupun lembaga keuangan → S2 ekonomi atau kebijakan publik yang umum menjadi syarat untuk peran ekonom senior, dan S3 untuk jalur akademik.

Kampus yang membuka jurusannya

Program studi terbit dengan data paling lengkap. Bukan peringkat.

Pertanyaan yang sering muncul

Apa bedanya ekonom dengan analis keuangan?

Ekonom menganalisis kondisi ekonomi secara luas, misalnya pertumbuhan, inflasi, atau dampak kebijakan. Analis keuangan berfokus pada kinerja dan nilai perusahaan atau instrumen investasi tertentu.

Apakah profesi ini menuntut kuliah S2?

Untuk posisi awal tidak selalu, tetapi sebagian besar peran ekonom di bank sentral, lembaga riset, dan organisasi internasional mensyaratkan atau sangat mengutamakan gelar magister.

Apakah harus kuat matematika?

Ya, terutama statistika dan ekonometrika. Kemampuan menulis dan menjelaskan hasil analisis sama pentingnya, karena laporan yang tidak terbaca tidak akan dipakai.

Sumber: Kompilasi Universitas.id Diperbarui deskripsi disusun sendiri, bukan salinan sumber mana pun

Simpan kampus favorit dan lihat hasil lengkapmu.

Daftar gratis