Profesi
Statistisi
Statistisi merancang cara pengumpulan data, memilih metode analisis yang tepat, dan memastikan kesimpulan yang ditarik dari data dapat dipertanggungjawabkan.
Sehari-hari mengerjakan apa?
Statistisi berperan menjaga agar angka yang dipakai untuk mengambil keputusan benar-benar sahih. Pekerjaannya meliputi merancang survei atau eksperimen, menentukan ukuran sampel dan metode penarikan sampel, membersihkan data, memilih model analisis, menguji hipotesis, dan menafsirkan hasil beserta ketidakpastiannya. Di lembaga statistik pemerintah, ia terlibat dalam sensus dan survei nasional, pengolahan data resmi, serta penjaminan mutu statistik. Di sektor kesehatan, ia menangani analisis uji klinis dan penelitian epidemiologi. Di industri, keahliannya terpakai untuk pengendalian mutu, riset pasar, dan analitik bisnis. Tempat kerjanya mencakup badan statistik dan kementerian, lembaga penelitian, perguruan tinggi, perusahaan farmasi, lembaga survei, perbankan, dan perusahaan teknologi. Jenjang kariernya berkembang dari staf pengolah data ke analis statistik, statistisi ahli atau jabatan fungsional statistisi, konsultan metodologi, atau berpindah ke peran data scientist. Profesi ini cocok bagi orang yang teliti, senang berpikir tentang bagaimana data dikumpulkan, dan berani menyampaikan bahwa suatu kesimpulan belum cukup didukung bukti. Kurang cocok bagi yang tidak sabar dengan pekerjaan pembersihan data dan pemeriksaan asumsi yang detail.
Tugas utama
- Merancang metode pengumpulan data dan penarikan sampel
- Menentukan ukuran sampel yang memadai
- Membersihkan dan memvalidasi data
- Memilih serta menjalankan metode analisis statistik
- Menguji asumsi dan kelayakan model
- Menafsirkan hasil beserta tingkat ketidakpastiannya
- Menyusun laporan dan visualisasi data
- Memberi konsultasi metodologi kepada tim lain
Keterampilan yang dipakai
Teknis
- Metode statistika inferensial
- Perancangan survei dan eksperimen
- Pemrograman statistik dengan R atau Python
- Pemodelan regresi dan multivariat
- Pengelolaan basis data
- Visualisasi dan pelaporan data
Non-teknis
- Ketelitian
- Berpikir kritis
- Komunikasi hasil kepada non-teknis
- Kejujuran ilmiah
- Kesabaran
Jalur pendidikannya
S1 Statistika atau Matematika (±4 tahun) → magang di lembaga statistik, riset, atau industri → analis statistik → statistisi ahli atau jabatan fungsional, dengan opsi S2 untuk peran metodologi dan riset.
Jurusan yang mengarah ke sini
Kampus yang membuka jurusannya
Program studi terbit dengan data paling lengkap. Bukan peringkat.
-
S1 MatematikaUnggul
UI Kota Depok
-
S1 StatistikaUnggul
UI Kota Depok
-
S1 AktuariaUnggul
UI Kota Depok
-
S1 Ilmu EkonomiUnggul
UI Kota Depok
-
S1 MatematikaUnggul
UGM Kabupaten Sleman
-
S1 StatistikaUnggul
UGM Kabupaten Sleman
-
S1 Ilmu AktuariaUnggul
UGM Kabupaten Sleman
-
S1 Ilmu EkonomiUnggul
UGM Kabupaten Sleman
Pertanyaan yang sering muncul
Apa bedanya statistisi dan data scientist?
Statistisi menekankan kesahihan metode, perancangan pengumpulan data, dan penafsiran ketidakpastian, sedangkan data scientist lebih banyak menekankan pemodelan prediktif dan pemakaian data berskala besar.
Apakah lulusan statistika hanya bisa kerja di badan statistik?
Tidak. Perbankan, asuransi, riset pasar, farmasi, perusahaan teknologi, dan lembaga survei juga banyak menyerap lulusan statistika.
Apakah harus mahir pemrograman?
Sangat membantu. Penguasaan R atau Python sudah menjadi kebutuhan dasar untuk mengolah data dalam jumlah besar secara efisien.
Sumber: Kompilasi Universitas.id Diperbarui deskripsi disusun sendiri, bukan salinan sumber mana pun