Lompat ke konten utama
Universitas.id

Profesi

Editor Naskah

Editor naskah memeriksa dan memperbaiki tulisan agar jelas, konsisten, dan sesuai kaidah bahasa sebelum diterbitkan.

Sehari-hari mengerjakan apa?

Editor naskah bekerja pada tulisan orang lain. Tugasnya berlapis: menilai apakah naskah layak terbit, memperbaiki struktur dan alur agar mudah diikuti, menyunting kalimat agar jelas dan efisien, memeriksa ejaan dan tata bahasa, menjaga konsistensi istilah dan gaya, serta memastikan tidak ada kesalahan fakta yang mencolok. Di penerbitan buku, ia juga berdiskusi dengan penulis mengenai perubahan besar, mengatur jadwal revisi, dan berkoordinasi dengan penata letak serta desainer sampul. Di media dan penerbitan digital, ritmenya lebih cepat dan sering disertai tugas mengoptimalkan judul serta struktur artikel. Tempat kerjanya meliputi penerbit buku, media cetak dan daring, lembaga penelitian yang menerbitkan laporan, penerbitan kampus, dan pekerjaan lepas. Jenjang kariernya berkembang dari asisten editor ke editor, editor senior, hingga kepala penyuntingan atau pemimpin redaksi penerbitan. Profesi ini cocok bagi orang yang sangat teliti, punya kepekaan bahasa, sabar membaca ulang berkali-kali, dan mampu memberi kritik tanpa membuat penulis patah semangat. Kurang cocok bagi yang ingin namanya menonjol, karena hasil kerja editor justru dianggap berhasil ketika tidak terlihat oleh pembaca.

Tugas utama

  • Menilai kelayakan dan potensi naskah
  • Menyunting struktur dan alur tulisan
  • Memperbaiki kalimat, ejaan, dan tata bahasa
  • Menjaga konsistensi istilah dan gaya selingkung
  • Memeriksa kesalahan fakta yang mencolok
  • Berdiskusi dengan penulis mengenai revisi
  • Berkoordinasi dengan penata letak dan desainer
  • Melakukan pemeriksaan akhir sebelum terbit

Keterampilan yang dipakai

Teknis

  • Penyuntingan naskah
  • Tata bahasa dan ejaan bahasa Indonesia
  • Penerapan gaya selingkung penerbitan
  • Pemeriksaan fakta dasar
  • Manajemen alur produksi naskah
  • Penyuntingan konten digital

Non-teknis

  • Ketelitian tinggi
  • Kepekaan bahasa
  • Komunikasi dengan penulis
  • Manajemen tenggat
  • Kesabaran

Jalur pendidikannya

S1 Sastra Indonesia, Jurnalistik, atau Komunikasi (±4 tahun) → magang di penerbit atau redaksi → asisten editor → editor dan editor senior, dengan portofolio naskah terbit sebagai bukti utama kemampuan.

Sertifikasi atau izin yang biasanya diperlukan

  • Sertifikasi kompetensi penyuntingan naskah

Kampus yang membuka jurusannya

Program studi terbit dengan data paling lengkap. Bukan peringkat.

Pertanyaan yang sering muncul

Apa bedanya editor dan proofreader?

Editor memperbaiki struktur, alur, dan kejelasan tulisan, sedangkan proofreader memeriksa kesalahan akhir seperti ejaan, tanda baca, dan tipografi menjelang cetak.

Apakah harus kuliah sastra?

Tidak wajib, tetapi penguasaan tata bahasa dan kepekaan terhadap struktur tulisan sangat menentukan. Banyak editor berasal dari sastra, jurnalistik, atau komunikasi.

Bagaimana memulai karier sebagai editor?

Magang di penerbit, menyunting naskah organisasi atau media kampus, dan membangun portofolio penyuntingan yang bisa ditunjukkan kepada calon pemberi kerja.

Sumber: Kompilasi Universitas.id Diperbarui deskripsi disusun sendiri, bukan salinan sumber mana pun

Simpan kampus favorit dan lihat hasil lengkapmu.

Daftar gratis