Lompat ke konten utama
Universitas.id

Profesi

Diplomat

Diplomat mewakili kepentingan negara di luar negeri melalui perundingan, pelaporan situasi politik, kerja sama antarnegara, dan pelayanan warga negara.

Sehari-hari mengerjakan apa?

Diplomat bekerja sebagai pejabat dinas luar negeri. Di kementerian luar negeri, pekerjaannya berupa penyiapan posisi runding, analisis isu kawasan, penyusunan naskah kerja sama, dan koordinasi antarkementerian. Ketika ditempatkan di kedutaan atau konsulat, tugasnya bertambah: melaporkan perkembangan politik dan ekonomi negara akreditasi, membangun jaringan dengan pejabat dan organisasi setempat, mendorong kerja sama perdagangan dan budaya, serta memberikan pelayanan dan perlindungan bagi warga negara Indonesia, termasuk kasus-kasus darurat. Sebagian besar hasil kerjanya berupa laporan, nota diplomatik, dan dokumen perjanjian yang menuntut ketepatan bahasa. Penempatan berpindah setiap beberapa tahun, kadang ke negara dengan kondisi sulit. Jenjang kariernya mengikuti jenjang jabatan diplomatik, dari tingkat awal hingga jabatan pimpinan perwakilan. Profesi ini cocok bagi orang yang menguasai bahasa asing, mampu menulis dengan cermat, luwes bergaul lintas budaya, dan menjaga sikap dalam situasi sensitif. Kurang cocok bagi yang ingin menetap di satu kota, tidak nyaman berpindah lingkungan, atau kesulitan menjaga batas antara pandangan pribadi dan posisi resmi negara.

Tugas utama

  • Menganalisis perkembangan politik dan ekonomi negara akreditasi
  • Menyusun laporan dan telegram diplomatik
  • Menyiapkan bahan perundingan dan posisi delegasi
  • Menghadiri pertemuan dan forum bilateral maupun multilateral
  • Membangun jaringan dengan mitra pemerintah dan lembaga setempat
  • Memberi pelayanan kekonsuleran bagi warga negara
  • Memfasilitasi kerja sama ekonomi, pendidikan, dan budaya
  • Menyusun naskah kerja sama dan dokumen perjanjian

Keterampilan yang dipakai

Teknis

  • Hubungan internasional dan politik luar negeri
  • Hukum internasional dasar
  • Teknik negosiasi dan perundingan
  • Penulisan laporan diplomatik
  • Penguasaan bahasa asing
  • Analisis isu kawasan

Non-teknis

  • Kepekaan lintas budaya
  • Kemampuan menjaga sikap dan kerahasiaan
  • Komunikasi persuasif
  • Adaptasi lingkungan baru
  • Kerja tim di bawah tekanan

Jalur pendidikannya

S1 Hubungan Internasional, Ilmu Politik, Hukum, atau bidang terkait (±4 tahun) → seleksi calon pegawai kementerian luar negeri → pendidikan dan pelatihan dinas luar negeri → penempatan di kementerian dan perwakilan di luar negeri secara bergilir.

Sertifikasi atau izin yang biasanya diperlukan

  • Sertifikat pendidikan dan pelatihan dinas luar negeri
  • Sertifikat kemampuan bahasa asing

Kampus yang membuka jurusannya

Program studi terbit dengan data paling lengkap. Bukan peringkat.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah harus kuliah Hubungan Internasional untuk menjadi diplomat?

Tidak. Seleksi dinas luar negeri umumnya terbuka untuk beberapa rumpun jurusan, termasuk hukum, ekonomi, komunikasi, dan bahasa, sesuai formasi yang dibuka.

Berapa lama satu penempatan di luar negeri?

Penempatan berlangsung beberapa tahun lalu bergilir, termasuk kembali bertugas di kementerian. Negara penempatan tidak selalu bisa dipilih sendiri.

Apakah kemampuan bahasa asing wajib?

Sangat menentukan. Selain bahasa Inggris, penguasaan bahasa lain menjadi nilai tambah besar dalam seleksi maupun penugasan.

Sumber: Kompilasi Universitas.id Diperbarui deskripsi disusun sendiri, bukan salinan sumber mana pun

Simpan kampus favorit dan lihat hasil lengkapmu.

Daftar gratis