Profesi
Notaris
Notaris adalah pejabat umum yang berwenang membuat akta autentik atas perjanjian dan perbuatan hukum yang diwajibkan atau dikehendaki para pihak.
Sehari-hari mengerjakan apa?
Notaris memberi kepastian hukum melalui akta autentik. Pekerjaannya mencakup menerima dan mendengarkan kehendak para pihak, memeriksa identitas dan kelengkapan dokumen, memastikan tidak ada paksaan atau cacat hukum, menyusun akta seperti pendirian dan perubahan badan usaha, perjanjian jual beli, perjanjian kredit, wasiat, dan kuasa, lalu membacakan serta menandatanganinya bersama para pihak dan saksi. Setelah itu ia menyimpan minuta akta, membuat salinan, dan melaporkan ke instansi terkait. Banyak notaris juga menjabat sebagai Pejabat Pembuat Akta Tanah yang menangani peralihan hak atas tanah. Pekerjaan ini menuntut ketelitian ekstrem karena kesalahan redaksi atau kelalaian pemeriksaan dokumen bisa berakibat sengketa dan tanggung jawab hukum. Tempat kerjanya adalah kantor notaris, dengan interaksi rutin ke kantor pertanahan, instansi hukum, dan perbankan. Jenjang kariernya dimulai dari karyawan atau asisten notaris, lalu setelah menyelesaikan pendidikan magister kenotariatan dan magang, seseorang dapat diangkat menjadi notaris dengan wilayah kerja tertentu. Profesi ini cocok bagi orang yang sangat teliti, sabar, dan berintegritas. Kurang cocok bagi yang ceroboh pada dokumen atau tidak nyaman dengan tanggung jawab hukum jangka panjang.
Tugas utama
- Menerima dan mencatat kehendak para pihak
- Memeriksa identitas dan keabsahan dokumen
- Menyusun rancangan akta sesuai ketentuan
- Membacakan akta di hadapan para pihak dan saksi
- Menyimpan minuta dan menerbitkan salinan akta
- Mengurus pendaftaran dan pelaporan ke instansi terkait
- Memberi penjelasan hukum atas isi akta
- Mengelola arsip dan protokol notaris
Keterampilan yang dipakai
Teknis
- Hukum perdata dan kenotariatan
- Penyusunan akta autentik
- Hukum pertanahan
- Hukum perusahaan dan badan usaha
- Pemeriksaan dokumen dan legalitas
- Administrasi protokol notaris
Non-teknis
- Ketelitian ekstrem
- Integritas dan netralitas
- Menjaga kerahasiaan
- Kesabaran melayani
- Komunikasi yang jelas
Jalur pendidikannya
S1 Hukum (±4 tahun) → Magister Kenotariatan (±2 tahun) → magang di kantor notaris sesuai ketentuan → ujian dan pengangkatan sebagai notaris oleh kementerian terkait dengan penempatan wilayah kerja.
Sertifikasi atau izin yang biasanya diperlukan
- Surat keputusan pengangkatan notaris dari kementerian hukum
- Sertifikat Pejabat Pembuat Akta Tanah untuk kewenangan pertanahan
Jurusan yang mengarah ke sini
Kampus yang membuka jurusannya
Program studi terbit dengan data paling lengkap. Bukan peringkat.
-
S1 Ilmu HukumUnggul
UI Kota Depok
-
S1 Ilmu HukumA
UGM Kabupaten Sleman
-
S1 Ilmu HukumUnggul
Unair Kota Surabaya
-
S1 Ilmu HukumUnggul
Undip Kota Semarang
-
S1 Ilmu HukumUnggul
Unpad Kota Bandung
-
S1 Ilmu HukumUnggul
UB Kota Malang
-
S1 Ilmu HukumUnggul
UNS Kota Surakarta
-
S1 Ilmu HukumUnggul
Unnes Kota Semarang
Pertanyaan yang sering muncul
Apa bedanya notaris dan advokat?
Advokat membela kepentingan satu pihak, sedangkan notaris adalah pejabat umum yang harus bersikap netral terhadap semua pihak dalam pembuatan akta.
Apakah wajib kuliah magister kenotariatan?
Ya. Pendidikan magister kenotariatan merupakan syarat utama, diikuti magang dan proses pengangkatan sesuai ketentuan yang berlaku.
Apakah notaris bisa membuka kantor di mana saja?
Tidak. Wilayah kerja notaris ditentukan dalam surat pengangkatan, dan formasi di tiap daerah diatur oleh kementerian terkait.
Sumber: Kompilasi Universitas.id Diperbarui deskripsi disusun sendiri, bukan salinan sumber mana pun