Lompat ke konten utama
Universitas.id

Profesi

Business Analyst

Business analyst menjembatani kebutuhan bisnis dan solusi teknis dengan memetakan proses, merumuskan kebutuhan sistem, dan menguji hasilnya.

Sehari-hari mengerjakan apa?

Business analyst bekerja ketika sebuah organisasi ingin memperbaiki proses atau membangun sistem baru. Ia mewawancarai pengguna dan pemilik proses, memetakan alur kerja yang berjalan, mengidentifikasi masalah dan pemborosan, lalu merumuskan kebutuhan solusi dalam dokumen yang bisa dipahami tim teknis. Selama pengembangan, ia menjawab pertanyaan pengembang, memastikan solusi tidak menyimpang dari kebutuhan, menyiapkan skenario pengujian penerimaan, dan membantu pelatihan pengguna saat sistem diluncurkan. Pekerjaannya menuntut kemampuan menerjemahkan dua bahasa sekaligus: bahasa bisnis dan bahasa teknis. Tempat kerjanya meliputi perbankan, asuransi, perusahaan teknologi, konsultan sistem informasi, manufaktur, ritel, rumah sakit, dan instansi pemerintah yang sedang melakukan digitalisasi. Jenjang kariernya bergerak dari analis junior ke senior business analyst, lead analyst, atau berpindah ke peran product manager, konsultan proses, dan manajer proyek. Profesi ini cocok bagi orang yang sabar mendengar, teliti menulis, dan mampu mengurai proses yang berantakan menjadi urutan yang jelas. Kurang cocok bagi yang tidak nyaman berada di tengah tarik-menarik kepentingan atau enggan mengerjakan dokumentasi yang rinci.

Tugas utama

  • Mewawancarai pengguna dan pemilik proses
  • Memetakan alur proses bisnis yang berjalan
  • Mengidentifikasi masalah dan peluang perbaikan
  • Menyusun dokumen kebutuhan sistem
  • Berdiskusi dengan tim pengembang mengenai solusi
  • Menyiapkan skenario uji penerimaan pengguna
  • Mendampingi pengujian dan peluncuran sistem
  • Menyusun materi pelatihan dan dokumentasi

Keterampilan yang dipakai

Teknis

  • Analisis dan pemodelan proses bisnis
  • Penyusunan dokumen kebutuhan
  • Analisis data dan SQL dasar
  • Pengujian penerimaan pengguna
  • Pemahaman sistem informasi dan integrasi
  • Manajemen proyek dasar

Non-teknis

  • Mendengarkan aktif
  • Komunikasi lintas peran
  • Berpikir terstruktur
  • Ketelitian dokumentasi
  • Fasilitasi diskusi

Jalur pendidikannya

S1 Sistem Informasi, Manajemen, atau Teknik Industri (±4 tahun) → magang atau posisi analis junior → business analyst → senior analyst, dengan opsi berpindah ke product management atau konsultan proses.

Sertifikasi atau izin yang biasanya diperlukan

  • Sertifikasi analisis bisnis internasional seperti ECBA atau CBAP

Kampus yang membuka jurusannya

Program studi terbit dengan data paling lengkap. Bukan peringkat.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah business analyst harus bisa coding?

Tidak wajib, tetapi pemahaman dasar basis data, SQL, dan cara kerja sistem membuat komunikasi dengan tim teknis jauh lebih efektif.

Apa bedanya dengan product manager?

Business analyst fokus pada perumusan kebutuhan dan perbaikan proses, sedangkan product manager bertanggung jawab pada arah produk dan hasil bisnisnya.

Jurusan apa yang paling mendukung?

Sistem Informasi paling langsung, disusul Manajemen, Teknik Industri, dan Informatika, karena semuanya melatih analisis proses dan pemahaman sistem.

Sumber: Kompilasi Universitas.id Diperbarui deskripsi disusun sendiri, bukan salinan sumber mana pun

Simpan kampus favorit dan lihat hasil lengkapmu.

Daftar gratis