Profesi
Auditor Internal
Auditor internal memeriksa proses dan pengendalian di dalam organisasi sendiri untuk menemukan risiko, penyimpangan, dan peluang perbaikan.
Sehari-hari mengerjakan apa?
Auditor internal bekerja untuk organisasi tempatnya bekerja, bukan untuk pihak luar. Tugasnya menilai apakah proses berjalan sesuai kebijakan, apakah pengendalian cukup untuk mencegah kesalahan dan kecurangan, serta apakah sumber daya digunakan secara efisien. Kegiatan hariannya mencakup menyusun rencana audit berbasis risiko, mengumpulkan data dan dokumen, mewawancarai pemilik proses, menguji sampel transaksi, menganalisis data untuk mencari pola janggal, lalu menyusun temuan beserta rekomendasi perbaikan. Setelah audit selesai, ia memantau apakah rekomendasi benar-benar dilaksanakan. Sebagian auditor internal juga menangani investigasi dugaan kecurangan. Tempat kerjanya meliputi perusahaan besar, bank, badan usaha milik negara, rumah sakit, instansi pemerintah melalui inspektorat, dan lembaga pengawas. Jenjang kariernya berkembang dari staf audit ke senior auditor, ketua tim, kepala audit internal, atau berpindah ke fungsi manajemen risiko dan kepatuhan. Profesi ini cocok bagi orang yang teliti, berani menyampaikan temuan yang tidak menyenangkan, dan mampu menjaga hubungan kerja meski sedang memeriksa rekan sendiri. Kurang cocok bagi yang tidak nyaman berada di posisi yang sering dianggap mencari kesalahan orang lain.
Tugas utama
- Menyusun rencana audit berbasis risiko
- Mengumpulkan dokumen dan data proses
- Mewawancarai pemilik proses dan pelaksana
- Menguji sampel transaksi dan kepatuhan prosedur
- Menganalisis data untuk menemukan pola tidak wajar
- Menyusun temuan dan rekomendasi perbaikan
- Mendiskusikan hasil audit dengan manajemen
- Memantau pelaksanaan tindak lanjut rekomendasi
Keterampilan yang dipakai
Teknis
- Audit internal berbasis risiko
- Pengendalian internal dan tata kelola
- Akuntansi dan analisis laporan keuangan
- Analisis data audit
- Pemahaman regulasi dan kepatuhan
- Teknik deteksi kecurangan
Non-teknis
- Integritas
- Ketegasan menyampaikan temuan
- Komunikasi dan diplomasi
- Ketelitian
- Kemampuan menulis laporan
Jalur pendidikannya
S1 Akuntansi atau Manajemen (±4 tahun) → staf audit internal atau pengalaman di kantor akuntan publik → senior auditor → sertifikasi profesi audit internal → kepala satuan pengawasan internal.
Sertifikasi atau izin yang biasanya diperlukan
- QIA (Qualified Internal Auditor)
- CIA (Certified Internal Auditor)
- CFE (Certified Fraud Examiner) untuk bidang investigasi kecurangan
Jurusan yang mengarah ke sini
Kampus yang membuka jurusannya
Program studi terbit dengan data paling lengkap. Bukan peringkat.
-
S1 Ilmu EkonomiUnggul
UI Kota Depok
-
S1 ManajemenUnggul
UI Kota Depok
-
S1 AkuntansiUnggul
UI Kota Depok
-
S1 Ilmu Administrasi NiagaUnggul
UI Kota Depok
-
S1 Ilmu Administrasi FiskalUnggul
UI Kota Depok
-
S1 Ilmu EkonomiUnggul
UGM Kabupaten Sleman
-
S1 ManajemenUnggul
UGM Kabupaten Sleman
-
S1 AkuntansiUnggul
UGM Kabupaten Sleman
Pertanyaan yang sering muncul
Apa bedanya auditor internal dan akuntan publik?
Auditor internal bekerja untuk organisasinya sendiri dan menilai proses secara berkelanjutan, sedangkan akuntan publik adalah pihak independen yang memberi opini atas laporan keuangan.
Apakah harus lulusan akuntansi?
Tidak selalu. Latar manajemen, teknik industri, atau sistem informasi juga diterima, terutama untuk audit proses operasional dan teknologi informasi.
Apakah pekerjaan ini membuat tidak disukai rekan kerja?
Bisa terasa demikian bila pendekatannya keliru. Auditor yang efektif menempatkan diri sebagai mitra perbaikan proses, bukan sekadar pencari kesalahan.
Sumber: Kompilasi Universitas.id Diperbarui deskripsi disusun sendiri, bukan salinan sumber mana pun