Lompat ke konten utama
Universitas.id

Profesi

Astronom

Astronom meneliti benda dan fenomena di luar atmosfer Bumi dengan menggabungkan pengamatan teleskop, fisika, dan pengolahan data dalam jumlah besar.

Sehari-hari mengerjakan apa?

Astronom mempelajari benda dan fenomena di luar atmosfer Bumi, mulai dari bintang, planet, galaksi, sampai materi antarbintang, dengan menggabungkan pengamatan, fisika, dan pengolahan data. Kerja hariannya lebih banyak berupa analisis daripada menatap langit lewat teleskop: menyusun usulan waktu pengamatan, mengolah citra dan spektrum dari teleskop optik maupun radio, menulis kode untuk membersihkan serta memodelkan data, membandingkan hasilnya dengan model teori, lalu menuliskannya menjadi makalah ilmiah. Sebagian waktu juga terpakai untuk merawat instrumen, membimbing mahasiswa, mengurus pendanaan riset, dan menjelaskan temuan kepada publik. Tempat kerjanya terbatas dan spesifik: observatorium, lembaga riset pemerintah, jurusan astronomi atau fisika di perguruan tinggi, planetarium, serta lembaga yang menangani penentuan kalender hijriah dan pemantauan benda antariksa. Jenjang kariernya umumnya menempuh jalur akademik, yaitu sarjana, magister, doktor, lalu peneliti atau dosen, dengan kemungkinan berpindah ke bidang sains data karena keterampilan pengolahan data yang terbawa. Pekerjaan ini cocok untuk orang yang betah pada persoalan berjangka panjang, nyaman dengan matematika dan pemrograman, serta tidak keberatan bekerja pada jam pengamatan malam. Sebaliknya, kurang cocok bagi yang mengharapkan jumlah lowongan yang banyak, hasil kerja yang cepat terlihat, atau jalur karier yang tidak menuntut studi lanjut.

Tugas utama

  • Menyusun usulan waktu pengamatan dan merancang strategi observasi
  • Mengolah citra serta spektrum dari teleskop optik maupun radio
  • Menulis kode untuk reduksi, kalibrasi, dan pemodelan data pengamatan
  • Membandingkan hasil pengamatan dengan model teori yang ada
  • Menulis makalah ilmiah dan mempresentasikannya di forum riset
  • Merawat, menguji, dan mengalibrasi instrumen pengamatan
  • Menyampaikan hasil riset kepada publik lewat kegiatan edukasi

Keterampilan yang dipakai

Teknis

  • Fisika dan mekanika benda langit
  • Matematika serta statistika
  • Pemrograman untuk analisis data
  • Pengolahan citra dan spektrum
  • Pengoperasian instrumen pengamatan
  • Penulisan ilmiah

Non-teknis

  • Ketekunan pada pekerjaan berjangka panjang
  • Ketelitian
  • Kolaborasi lintas lembaga dan lintas negara
  • Komunikasi ilmiah kepada awam
  • Kemandirian belajar

Jalur pendidikannya

S1 Astronomi atau Fisika → S2 dan umumnya S3 pada bidang astronomi/astrofisika → posisi peneliti di lembaga riset atau dosen di perguruan tinggi; jalur alternatif ke sains data terbuka lewat keterampilan pengolahan data.

Jurusan yang mengarah ke sini

Kampus yang membuka jurusannya

Program studi terbit dengan data paling lengkap. Bukan peringkat.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah astronom bekerja setiap malam di teleskop?

Tidak. Waktu pengamatan dijatah dan sering hanya beberapa malam dalam setahun, bahkan banyak riset memakai data arsip. Sebagian besar waktu kerja dihabiskan untuk analisis data dan penulisan.

Apakah harus kuliah S3 untuk menjadi astronom?

Untuk posisi peneliti atau dosen, gelar doktor umumnya menjadi syarat. Lulusan S1 dan S2 bisa bekerja sebagai staf teknis observatorium, pengelola planetarium, atau beralih ke bidang analisis data.

Jurusan apa yang bisa mengantar ke profesi ini?

Astronomi adalah jalur paling langsung, tetapi lulusan Fisika dan Matematika juga masuk lewat studi lanjut, terutama bila kuat pada komputasi dan pemodelan.

Sumber: Kompilasi Universitas.id Diperbarui deskripsi disusun sendiri, bukan salinan sumber mana pun

Simpan kampus favorit dan lihat hasil lengkapmu.

Daftar gratis