Profesi
Spesialis Rekrutmen
Spesialis rekrutmen mencari, menyaring, dan menilai calon karyawan agar posisi yang dibutuhkan organisasi terisi oleh orang yang sesuai.
Sehari-hari mengerjakan apa?
Spesialis rekrutmen, atau talent acquisition specialist, bekerja sebagai penghubung antara kebutuhan organisasi dan kandidat. Pekerjaannya dimulai dari memahami posisi yang dibutuhkan bersama manajer terkait, menyusun deskripsi pekerjaan, memasang lowongan, mencari kandidat secara aktif di kanal profesional, menyaring lamaran, melakukan wawancara awal, mengatur asesmen atau tes psikologi, mengoordinasikan wawancara lanjutan, hingga menyiapkan penawaran kerja dan proses masuk kerja. Ia juga memantau data proses seperti lama pengisian posisi dan tingkat penerimaan tawaran. Sebagian spesialis rekrutmen memiliki latar psikologi sehingga terlibat dalam penyusunan dan penafsiran alat ukur seleksi. Tempat kerjanya meliputi perusahaan berbagai sektor, agensi rekrutmen dan headhunter, konsultan sumber daya manusia, serta perusahaan alih daya tenaga kerja. Jenjang kariernya bergerak dari staf rekrutmen ke spesialis senior, koordinator talent acquisition, manajer, atau menjadi konsultan pencarian eksekutif. Profesi ini cocok bagi orang yang senang berbicara dengan banyak orang baru, teliti pada catatan proses, dan mampu menilai secara adil tanpa terburu-buru menyimpulkan. Kurang cocok bagi yang tidak nyaman menyampaikan penolakan atau bekerja dengan target pengisian posisi yang ketat.
Tugas utama
- Mendiskusikan kebutuhan posisi dengan manajer terkait
- Menyusun deskripsi pekerjaan dan kriteria seleksi
- Memasang lowongan dan mencari kandidat secara aktif
- Menyaring lamaran dan melakukan wawancara awal
- Mengatur tes atau asesmen kandidat
- Mengoordinasikan jadwal wawancara lanjutan
- Menyiapkan penawaran kerja dan proses masuk kerja
- Memantau data efektivitas proses rekrutmen
Keterampilan yang dipakai
Teknis
- Teknik wawancara berbasis kompetensi
- Asesmen dan alat ukur seleksi
- Pencarian kandidat di kanal profesional
- Analisis kebutuhan jabatan
- Pengelolaan sistem pelacakan pelamar
- Analisis data rekrutmen
Non-teknis
- Komunikasi dan membangun hubungan
- Penilaian yang objektif
- Manajemen waktu
- Kesabaran
- Keterampilan bernegosiasi
Jalur pendidikannya
S1 Psikologi, Manajemen, atau Administrasi Bisnis (±4 tahun) → magang rekrutmen → staf rekrutmen → spesialis senior atau koordinator; untuk penggunaan alat tes psikologi tertentu diperlukan kualifikasi dan pelatihan khusus.
Sertifikasi atau izin yang biasanya diperlukan
- Sertifikasi asesor kompetensi
- Pelatihan penggunaan alat tes psikologi bagi pemegang kualifikasi yang sesuai
Jurusan yang mengarah ke sini
Kampus yang membuka jurusannya
Program studi terbit dengan data paling lengkap. Bukan peringkat.
-
S1 ManajemenUnggul
UI Kota Depok
-
S1 PsikologiUnggul
UI Kota Depok
-
S1 Ilmu KomunikasiA
UI Kota Depok
-
S1 Ilmu Administrasi NiagaUnggul
UI Kota Depok
-
S1 ManajemenUnggul
UGM Kabupaten Sleman
-
S1 Ilmu KomunikasiUnggul
UGM Kabupaten Sleman
-
S1 PsikologiUnggul
UGM Kabupaten Sleman
-
S1 ManajemenUnggul
IPB Kota Bogor
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah lulusan psikologi S1 boleh melakukan tes psikologi?
Penggunaan alat tes psikologi tertentu diatur oleh kualifikasi dan kewenangan profesi. Lulusan sarjana biasanya membantu administrasi tes, sementara penafsiran alat tertentu memerlukan kualifikasi psikolog.
Apa bedanya rekruter perusahaan dan headhunter?
Rekruter internal mengisi posisi untuk perusahaannya sendiri, sedangkan headhunter bekerja untuk agensi yang mencarikan kandidat bagi banyak klien, sering untuk posisi senior.
Keterampilan apa yang paling menentukan?
Kemampuan menggali informasi lewat wawancara secara terstruktur dan menilai kesesuaian kandidat tanpa terjebak kesan pertama.
Sumber: Kompilasi Universitas.id Diperbarui deskripsi disusun sendiri, bukan salinan sumber mana pun