Lompat ke konten utama
Universitas.id

Profesi

Software Engineer

Software engineer merancang, menulis, dan memelihara perangkat lunak, mulai dari aplikasi internal perusahaan sampai produk digital yang dipakai jutaan orang.

Sehari-hari mengerjakan apa?

Pekerjaan software engineer tidak hanya menulis kode. Sehari-hari ia membaca kebutuhan produk, memecahnya menjadi bagian teknis yang bisa dikerjakan, merancang struktur data dan alur program, menulis kode beserta pengujiannya, lalu menelaah kode rekan tim. Sebagian besar waktu justru habis untuk membaca kode yang sudah ada, menelusuri penyebab masalah, dan memperbaiki sistem yang sudah berjalan agar tidak rusak saat ditambah fitur baru. Ia bekerja bersama product manager, desainer, dan penguji, dan biasanya mengikuti siklus kerja mingguan atau dua mingguan. Tempat kerjanya luas: perusahaan teknologi, bank, e-commerce, telekomunikasi, konsultan perangkat lunak, startup, instansi pemerintah, hingga kerja jarak jauh untuk klien luar negeri. Jenjang kariernya biasanya bergerak dari junior ke medior dan senior, lalu bercabang menjadi jalur teknis mendalam seperti staff engineer dan arsitek, atau jalur kepemimpinan seperti engineering manager. Profesi ini cocok bagi orang yang senang memecahkan teka-teki logis, tahan berjam-jam mencari kesalahan kecil, dan mau terus belajar karena teknologinya berubah cepat. Kurang cocok bagi yang cepat frustrasi ketika sesuatu tidak berjalan sesuai rencana atau tidak nyaman menerima kritik atas hasil kerjanya melalui proses code review.

Tugas utama

  • Menerjemahkan kebutuhan produk menjadi rancangan teknis
  • Menulis kode fitur baru beserta pengujian otomatis
  • Menelaah dan memberi masukan pada kode rekan tim
  • Menelusuri dan memperbaiki bug pada sistem berjalan
  • Melakukan refaktor agar kode lebih mudah dirawat
  • Berdiskusi dengan product manager dan desainer
  • Memantau performa aplikasi setelah rilis
  • Menulis dokumentasi teknis

Keterampilan yang dipakai

Teknis

  • Pemrograman dalam satu atau lebih bahasa utama
  • Struktur data dan algoritma
  • Basis data dan perancangan skema
  • Version control dengan Git
  • Pengujian perangkat lunak
  • Perancangan API dan integrasi sistem

Non-teknis

  • Pemecahan masalah
  • Kemauan belajar mandiri
  • Komunikasi teknis
  • Ketelitian
  • Kerja tim dan menerima umpan balik

Jalur pendidikannya

S1 Teknik Informatika, Ilmu Komputer, atau Rekayasa Perangkat Lunak (±4 tahun) → magang atau proyek portofolio → posisi junior engineer; jalur D3/D4 dan jalur otodidak dengan portofolio kuat juga umum diterima di industri.

Kampus yang membuka jurusannya

Program studi terbit dengan data paling lengkap. Bukan peringkat.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah harus kuliah informatika untuk jadi software engineer?

Tidak selalu, karena industri banyak menilai portofolio dan hasil tes teknis. Namun kuliah di bidang komputer memberi dasar algoritma, struktur data, dan jaringan yang sulit dibangun sendiri secara terstruktur.

Bahasa pemrograman apa yang sebaiknya dipelajari pertama?

Yang terpenting adalah menguasai satu bahasa sampai paham konsepnya, bukan mencoba banyak bahasa sekaligus. Setelah dasar logikanya kuat, berpindah bahasa jauh lebih mudah.

Apakah matematika sangat dibutuhkan?

Untuk pekerjaan aplikasi umum, logika dan matematika dasar sudah cukup. Bidang tertentu seperti grafika, kriptografi, dan machine learning menuntut matematika yang jauh lebih dalam.

Sumber: Kompilasi Universitas.id Diperbarui deskripsi disusun sendiri, bukan salinan sumber mana pun

Simpan kampus favorit dan lihat hasil lengkapmu.

Daftar gratis