Lompat ke konten utama
Universitas.id

Profesi

QA Engineer

QA engineer memastikan perangkat lunak berjalan sesuai kebutuhan dengan merancang skenario pengujian, menemukan cacat, dan membangun pengujian otomatis.

Sehari-hari mengerjakan apa?

QA engineer, atau quality assurance engineer, bertugas menemukan masalah sebelum pengguna yang menemukannya. Kegiatan hariannya dimulai dari membaca kebutuhan fitur, menyusun skenario pengujian termasuk kasus yang tidak biasa, lalu menjalankan pengujian secara manual maupun otomatis. Ketika menemukan cacat, ia mendokumentasikan langkah reproduksi secara rinci agar pengembang bisa memperbaikinya, lalu memverifikasi perbaikan tersebut. Ia juga membangun dan merawat skrip pengujian otomatis, menjalankan pengujian regresi sebelum rilis, dan kadang menguji performa serta keamanan dasar. Peran ini menuntut cara berpikir yang berbeda dari pengembang: alih-alih membuktikan sesuatu berhasil, ia mencari cara agar sesuatu gagal. Tempat kerjanya mencakup perusahaan teknologi, startup, perbankan, telekomunikasi, dan penyedia jasa pengembangan perangkat lunak. Jenjang kariernya berkembang ke senior QA, QA automation engineer, QA lead, atau berpindah ke peran pengembang maupun analis produk. Pekerjaan ini cocok bagi orang yang teliti, sabar mengulang, dan berani menyampaikan temuan meski menghambat rilis. Kurang cocok bagi yang tidak nyaman dengan pekerjaan berulang atau tidak tahan berada dalam posisi yang sering menjadi penghambat jadwal.

Tugas utama

  • Membaca kebutuhan fitur dan menyusun rencana pengujian
  • Merancang skenario dan kasus uji
  • Menjalankan pengujian fungsional secara manual
  • Menulis dan merawat skrip pengujian otomatis
  • Melaporkan cacat dengan langkah reproduksi yang jelas
  • Memverifikasi perbaikan dari pengembang
  • Menjalankan pengujian regresi sebelum rilis
  • Memantau kualitas aplikasi setelah rilis

Keterampilan yang dipakai

Teknis

  • Perancangan kasus uji
  • Pengujian otomatis antarmuka dan API
  • Pemrograman dasar untuk skrip pengujian
  • Pengujian basis data dengan SQL
  • Alat pelacakan cacat
  • Pengujian performa dasar

Non-teknis

  • Ketelitian
  • Kesabaran dan ketekunan
  • Komunikasi temuan secara jelas
  • Berpikir kritis
  • Kerja tim

Jalur pendidikannya

S1 atau D3/D4 bidang komputer (±3–4 tahun) → memahami dasar pengujian perangkat lunak dan satu bahasa pemrograman → posisi QA manual → QA automation → QA lead.

Sertifikasi atau izin yang biasanya diperlukan

  • Sertifikasi pengujian perangkat lunak seperti ISTQB Foundation Level

Kampus yang membuka jurusannya

Program studi terbit dengan data paling lengkap. Bukan peringkat.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah QA engineer harus bisa coding?

Untuk pengujian manual tidak wajib, tetapi kemampuan pemrograman menjadi penentu utama untuk berkembang ke pengujian otomatis dan jenjang yang lebih tinggi.

Apakah peran ini akan tergantikan otomatisasi?

Otomatisasi mengambil alih pengujian berulang, tetapi perancangan skenario, pengujian eksploratif, dan penilaian risiko tetap memerlukan manusia.

Apakah QA jalur masuk yang baik ke industri teknologi?

Bisa menjadi pintu masuk yang realistis, karena banyak orang memulai dari QA lalu berpindah ke pengembangan, analisis produk, atau otomatisasi.

Sumber: Kompilasi Universitas.id Diperbarui deskripsi disusun sendiri, bukan salinan sumber mana pun

Simpan kampus favorit dan lihat hasil lengkapmu.

Daftar gratis