Profesi
Wirausaha
Wirausaha membangun dan menjalankan usaha sendiri, mengambil keputusan atas produk, keuangan, pemasaran, dan tim, sekaligus menanggung risikonya.
Sehari-hari mengerjakan apa?
Wirausaha bukan jabatan yang diberikan orang lain, melainkan peran yang dibentuk sendiri. Kegiatan hariannya sangat beragam tergantung tahap usaha: mencari dan menguji ide, berbicara dengan calon pelanggan, menghitung modal dan harga jual, mengurus produksi atau pengadaan, memasarkan produk, melayani pelanggan, mencatat keuangan, mengurus perizinan, dan merekrut orang ketika usaha mulai tumbuh. Pada tahap awal, hampir semua pekerjaan dikerjakan sendiri; setelah berkembang, perannya bergeser ke pengelolaan tim dan pengambilan keputusan strategis. Bidang usahanya bisa apa saja: kuliner, ritel daring, jasa, pertanian, kerajinan, teknologi, atau pendidikan. Jenjangnya tidak linear seperti karier korporat; ukurannya adalah pertumbuhan usaha, kemampuan bertahan, dan kemandirian keuangan. Sebagian wirausaha akhirnya membangun beberapa usaha sekaligus, sebagian kembali bekerja dengan bekal pengalaman yang berharga. Profesi ini cocok bagi orang yang tahan ketidakpastian, mau belajar banyak hal sekaligus, dan bisa mengambil keputusan tanpa menunggu perintah. Kurang cocok bagi yang membutuhkan penghasilan stabil sejak awal, tidak nyaman berutang atau kehilangan modal, dan enggan menjual atau menawarkan langsung kepada orang lain.
Tugas utama
- Mencari dan menguji peluang usaha
- Berbicara dengan pelanggan untuk memahami kebutuhan
- Menghitung modal, biaya, dan harga jual
- Mengatur produksi, pengadaan, atau penyediaan jasa
- Menjalankan pemasaran dan penjualan
- Mencatat arus kas dan menyusun laporan sederhana
- Mengurus perizinan dan kewajiban usaha
- Merekrut serta mengelola tim saat usaha berkembang
Keterampilan yang dipakai
Teknis
- Perhitungan biaya dan penetapan harga
- Pencatatan keuangan usaha
- Pemasaran dan penjualan
- Manajemen operasional dan persediaan
- Riset pasar sederhana
- Pemahaman perizinan dan pajak usaha
Non-teknis
- Ketahanan menghadapi kegagalan
- Inisiatif
- Negosiasi
- Manajemen waktu
- Kemampuan belajar mandiri
Jalur pendidikannya
Tidak ada jalur pendidikan wajib. Jurusan seperti Kewirausahaan, Manajemen, atau Bisnis Digital memberi dasar keuangan dan pemasaran, sementara banyak wirausaha berkembang lewat praktik langsung, inkubator kampus, dan pendampingan usaha.
Jurusan yang mengarah ke sini
Kampus yang membuka jurusannya
Program studi terbit dengan data paling lengkap. Bukan peringkat.
-
S1 ManajemenUnggul
UI Kota Depok
-
S1 Ilmu Administrasi NiagaUnggul
UI Kota Depok
-
S1 Teknologi Industri PertanianUnggul
UGM Kabupaten Sleman
-
S1 Penyuluhan dan Komunikasi PertanianUnggul
UGM Kabupaten Sleman
-
S1 ManajemenUnggul
UGM Kabupaten Sleman
-
S1 ManajemenUnggul
IPB Kota Bogor
-
S1 AgribisnisUnggul
IPB Kota Bogor
-
S1 BisnisUnggul
IPB Kota Bogor
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah perlu kuliah untuk menjadi wirausaha?
Tidak wajib, tetapi kuliah memberi dasar keuangan, pemasaran, jaringan, dan kesempatan mencoba ide lewat program inkubasi kampus dengan risiko yang lebih kecil.
Lebih baik langsung berwirausaha atau bekerja dulu?
Keduanya bisa. Bekerja dulu memberi pengalaman, modal, dan jaringan, sedangkan memulai lebih awal memberi waktu belajar dari kegagalan saat tanggungan masih ringan.
Apa kesalahan yang paling sering terjadi di awal?
Mencampur keuangan pribadi dan usaha, serta membangun produk tanpa lebih dulu memastikan ada orang yang benar-benar mau membelinya.
Sumber: Kompilasi Universitas.id Diperbarui deskripsi disusun sendiri, bukan salinan sumber mana pun