Lompat ke konten utama
Universitas.id

Profesi

UI/UX Designer

UI/UX designer merancang alur dan tampilan produk digital agar mudah dipahami dan nyaman dipakai, berdasarkan riset kebutuhan pengguna.

Sehari-hari mengerjakan apa?

Pekerjaan UI/UX designer dimulai jauh sebelum tampilan dibuat. Ia mempelajari siapa penggunanya, masalah apa yang ingin diselesaikan, dan hambatan apa yang muncul saat orang memakai produk. Dari situ ia menyusun alur pemakaian, membuat wireframe kasar, lalu mengembangkannya menjadi purwarupa yang bisa diuji. Setelah pengujian pemakaian, desain diperbaiki berulang kali. Sisi antarmuka mencakup penyusunan tata letak, tipografi, warna, komponen, dan konsistensi desain melalui design system, sekaligus memastikan hasilnya bisa dibangun oleh tim engineer. Ia bekerja erat dengan product manager, engineer, dan penulis konten. Tempat kerjanya meliputi perusahaan teknologi, agensi digital, startup, konsultan, bank, dan tim digital internal perusahaan besar. Jenjang kariernya berkembang ke senior designer, spesialisasi seperti UX researcher atau design system specialist, lalu design lead atau head of design; banyak pula yang bekerja lepas. Profesi ini cocok bagi orang yang peka pada detail visual sekaligus mau mendengarkan pengguna dan menerima bahwa idenya bisa gugur oleh hasil uji. Kurang cocok bagi yang menganggap desain semata-mata soal selera pribadi atau tidak nyaman mempertanggungjawabkan keputusan desain dengan alasan yang jelas.

Tugas utama

  • Melakukan riset dan wawancara pengguna
  • Menyusun alur pengguna dan arsitektur informasi
  • Membuat wireframe dan purwarupa interaktif
  • Menguji purwarupa bersama calon pengguna
  • Merancang antarmuka beserta komponennya
  • Merawat design system dan konsistensi visual
  • Menyerahkan aset dan spesifikasi kepada engineer
  • Mengevaluasi desain berdasarkan data pemakaian

Keterampilan yang dipakai

Teknis

  • Riset pengguna dan usability testing
  • Wireframing dan prototyping
  • Perancangan antarmuka dan tipografi
  • Penguasaan alat desain kolaboratif
  • Design system dan komponen
  • Prinsip aksesibilitas

Non-teknis

  • Empati terhadap pengguna
  • Kemampuan menjelaskan alasan desain
  • Keterbukaan pada kritik
  • Kolaborasi lintas peran
  • Ketelitian

Jalur pendidikannya

S1 Desain Komunikasi Visual, Desain Produk, atau bidang komputer (±4 tahun) → membangun portofolio studi kasus desain → magang atau posisi junior designer → spesialisasi riset, antarmuka, atau design system.

Kampus yang membuka jurusannya

Program studi terbit dengan data paling lengkap. Bukan peringkat.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah harus kuliah desain untuk jadi UI/UX designer?

Tidak wajib. Banyak yang berasal dari psikologi, informatika, atau komunikasi. Yang menentukan adalah portofolio berisi studi kasus dengan alasan keputusan desain yang jelas.

Apa bedanya UI dan UX?

UX berfokus pada alur, kebutuhan, dan pengalaman pemakaian secara keseluruhan, sedangkan UI berfokus pada tampilan dan interaksi antarmuka. Banyak perusahaan menggabungkan keduanya dalam satu peran.

Apakah harus bisa menggambar?

Tidak harus mahir menggambar. Yang lebih dibutuhkan adalah kemampuan menyusun struktur informasi, memahami pengguna, dan menjaga konsistensi visual.

Sumber: Kompilasi Universitas.id Diperbarui deskripsi disusun sendiri, bukan salinan sumber mana pun

Simpan kampus favorit dan lihat hasil lengkapmu.

Daftar gratis