Profesi
Fisioterapis
Fisioterapis membantu memulihkan gerak dan fungsi tubuh pasien setelah cedera, operasi, atau gangguan saraf melalui latihan terapeutik dan modalitas fisik.
Sehari-hari mengerjakan apa?
Fisioterapis menangani pasien yang mengalami keterbatasan gerak karena cedera olahraga, patah tulang, stroke, nyeri punggung, gangguan tumbuh kembang, atau proses pemulihan pascaoperasi. Sehari-hari ia memeriksa postur, rentang gerak, kekuatan otot, dan pola berjalan pasien, lalu menyusun program terapi berupa latihan bertahap, teknik manual, serta penggunaan modalitas seperti terapi panas, dingin, atau stimulasi listrik. Kemajuan pasien dievaluasi berkala dan programnya disesuaikan. Selain menangani terapi, fisioterapis banyak memberi edukasi agar pasien melanjutkan latihan di rumah dan mencegah cedera berulang. Tempat kerjanya mencakup rumah sakit, klinik rehabilitasi medik, klinik olahraga, pusat kebugaran, layanan terapi di rumah, sekolah luar biasa, dan klub olahraga. Jenjang kariernya dapat berkembang lewat pendalaman bidang seperti fisioterapi neurologi, pediatri, olahraga, atau muskuloskeletal, membuka praktik sendiri, atau mengajar. Pekerjaan ini cocok bagi orang yang senang bergerak, sabar melihat kemajuan kecil dari minggu ke minggu, dan mampu memotivasi orang yang sedang lelah atau putus asa. Kurang cocok bagi yang tidak nyaman melakukan kontak fisik intens atau ingin hasil kerja yang instan.
Tugas utama
- Memeriksa keluhan, postur, dan rentang gerak pasien
- Menyusun program terapi latihan individual
- Melakukan terapi manual dan mobilisasi sendi
- Menggunakan modalitas fisik seperti terapi panas, dingin, atau elektroterapi
- Mendampingi latihan penguatan dan keseimbangan
- Mengevaluasi kemajuan pasien secara berkala
- Memberi edukasi latihan mandiri di rumah
- Mencatat perkembangan pada rekam terapi
Keterampilan yang dipakai
Teknis
- Pemeriksaan fungsi gerak dan asesmen fisioterapi
- Terapi latihan terapeutik
- Terapi manual
- Penggunaan modalitas elektroterapi
- Anatomi dan biomekanika terapan
- Rehabilitasi pascaoperasi
Non-teknis
- Kesabaran
- Motivasi dan dorongan kepada pasien
- Komunikasi instruksional
- Empati
- Ketahanan fisik
Jalur pendidikannya
D3 Fisioterapi (±3 tahun) atau S1 Fisioterapi (±4 tahun) → pendidikan profesi fisioterapis untuk jalur sarjana → uji kompetensi → STR → praktik di fasilitas kesehatan atau klinik mandiri.
Sertifikasi atau izin yang biasanya diperlukan
- STR fisioterapis
- SIPF (Surat Izin Praktik Fisioterapis)
Jurusan yang mengarah ke sini
Kampus yang membuka jurusannya
Program studi terbit dengan data paling lengkap. Bukan peringkat.
-
S1 Ilmu KeperawatanA
UI Kota Depok
-
D4 FisioterapiBaik
UI Kota Depok
-
D4 Okupasi TerapiBaik
UI Kota Depok
-
S1 Ilmu KeperawatanUnggul
UGM Kabupaten Sleman
-
S1 KeperawatanUnggul
Unair Kota Surabaya
-
D4 FisioterapiBaik Sekali
Unair Kota Surabaya
-
S1 KeperawatanUnggul
Undip Kota Semarang
-
S1 Ilmu KeperawatanUnggul
Unpad Kota Bandung
Pertanyaan yang sering muncul
Apa bedanya fisioterapis dan tukang pijat?
Fisioterapis adalah tenaga kesehatan berizin yang bekerja berdasarkan asesmen klinis, anatomi, dan program terapi terukur, serta wajib memiliki surat tanda registrasi.
Apakah fisioterapis bisa bekerja di klub olahraga?
Bisa. Banyak fisioterapis mendalami bidang olahraga dan bekerja mendampingi atlet, baik di klub, pusat latihan, maupun kompetisi.
Apakah jurusan ini butuh fisik yang kuat?
Cukup penting, karena pekerjaannya banyak berdiri, membantu memindahkan pasien, dan mendemonstrasikan gerakan latihan sepanjang hari.
Sumber: Kompilasi Universitas.id Diperbarui deskripsi disusun sendiri, bukan salinan sumber mana pun