Profesi
Analis Keuangan Syariah
Analis keuangan syariah menilai produk, pembiayaan, dan investasi agar layak secara keuangan sekaligus sesuai prinsip syariah dan aturan yang berlaku.
Sehari-hari mengerjakan apa?
Analis keuangan syariah menilai kelayakan produk, pembiayaan, dan investasi dari dua sisi sekaligus: sehat secara keuangan dan sesuai prinsip syariah. Kerja hariannya mencakup menelaah laporan keuangan calon nasabah atau emiten, menghitung risiko dan proyeksi arus kas, memeriksa kesesuaian struktur akad dengan fatwa yang berlaku, serta menyiapkan bahan untuk komite pembiayaan atau komite investasi. Ia juga menyusun dokumentasi akad bersama bagian hukum, memantau kinerja portofolio yang sudah berjalan, dan menyiapkan data untuk telaah dewan pengawas syariah maupun pelaporan ke otoritas. Tempat kerjanya meliputi bank syariah dan unit usaha syariah, perusahaan pembiayaan dan asuransi syariah, manajer investasi yang mengelola reksa dana syariah, lembaga zakat dan wakaf produktif, serta konsultan yang mendampingi perusahaan menyiapkan penerbitan sukuk. Jenjang kariernya bergerak dari analis, ke penyelia atau ketua tim, lalu ke peran manajemen risiko, pengembangan produk, atau kepatuhan syariah. Pekerjaan ini cocok untuk orang yang teliti pada angka sekaligus tertarik pada fikih muamalah dan aturan keuangan. Sebaliknya, kurang cocok bagi yang tidak nyaman dengan pekerjaan berulang, tenggat komite yang ketat, dan pembacaan dokumen hukum yang panjang.
Tugas utama
- Menelaah laporan keuangan calon nasabah pembiayaan atau emiten
- Menghitung proyeksi arus kas serta profil risikonya
- Memeriksa kesesuaian struktur akad dengan fatwa yang berlaku
- Menyiapkan usulan dan bahan rapat komite pembiayaan atau investasi
- Memantau kinerja portofolio pembiayaan maupun investasi
- Menyiapkan data untuk telaah dewan pengawas syariah
- Menyusun laporan kepatuhan untuk kebutuhan internal dan otoritas
Keterampilan yang dipakai
Teknis
- Analisis laporan keuangan
- Manajemen risiko
- Fikih muamalah dan akad syariah
- Regulasi keuangan syariah
- Pemodelan keuangan dengan spreadsheet
- Penulisan laporan analitis
Non-teknis
- Ketelitian
- Integritas
- Kemampuan bertanya kritis
- Komunikasi dengan nasabah dan komite
- Kerja di bawah tenggat
Jalur pendidikannya
S1 Ekonomi Syariah, Perbankan Syariah, Manajemen Keuangan, atau Akuntansi → program pengembangan analis di lembaga keuangan syariah → pendalaman lewat sertifikasi profesi bidang perbankan, manajemen risiko, atau pasar modal sesuai peran; jalur pengawasan syariah menuntut penguasaan fikih muamalah yang lebih dalam.
Sertifikasi atau izin yang biasanya diperlukan
- Sertifikasi Dewan Pengawas Syariah dari Dewan Syariah Nasional MUI untuk peran pengawas syariah
Jurusan yang mengarah ke sini
Kampus yang membuka jurusannya
Program studi terbit dengan data paling lengkap. Bukan peringkat.
-
S1 Bisnis IslamUnggul
UI Kota Depok
-
S1 Ilmu Ekonomi IslamUnggul
UI Kota Depok
-
S1 Ekonomi SyariahUnggul
IPB Kota Bogor
-
S1 Ekonomi IslamUnggul
Unair Kota Surabaya
-
S1 Ekonomi IslamUnggul
Undip Kota Semarang
-
S1 Ekonomi IslamUnggul
UB Kota Malang
-
D3 Keuangan dan PerbankanUnggul
UB Kota Malang
-
S1 Ilmu Ekonomi dan Keuangan IslamUnggul
UPI Kota Bandung
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah harus lulusan jurusan syariah?
Tidak wajib. Lulusan Akuntansi, Manajemen Keuangan, atau Ilmu Ekonomi juga banyak masuk, lalu mempelajari akad dan regulasi syariah lewat pelatihan internal serta sertifikasi.
Apa peran dewan pengawas syariah dalam pekerjaan ini?
Dewan pengawas syariah menelaah dan mengawasi kesesuaian produk serta operasional lembaga dengan prinsip syariah. Analis menyiapkan data dan dokumen akad yang menjadi bahan telaah tersebut.
Apakah pekerjaannya berbeda jauh dari analis keuangan biasa?
Kerangka analisis keuangannya sama. Yang menambah adalah pemeriksaan struktur akad, jenis usaha yang boleh dibiayai, serta kewajiban pelaporan kepatuhan syariah.
Sumber: Kompilasi Universitas.id Diperbarui deskripsi disusun sendiri, bukan salinan sumber mana pun